Buka konten ini

Pantai Flower Dolphin perlahan menghadirkan wajah baru wisata di Anambas. Tawa pengunjung kini terdengar dari atas banana boat dan kano yang melintas di laut tenang nan lepas. Saat lumba-lumba muncul di permukaan air, suasana pantai mendadak berubah menjadi lebih hangat dan berkelas.
HAMPARAN laut biru terbentang luas di sisi Pantai Flower Dolphin, Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas. Angin laut berembus pelan menyapu bibir pantai yang dipenuhi pasir putih bersih. Sesekali suara tawa pengunjung terdengar bersahut-sahutan, memecah tenangnya suasana pesisir.
Tak jauh dari tepian, beberapa anak tampak mengayuh kano kecil. Di sisi lain, banana boat meluncur membelah permukaan laut, meninggalkan jejak ombak kecil yang memantulkan cahaya matahari sore.
Pemandangan seperti itu kini mulai menjadi warna baru pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas. Jika selama ini wisata pantai di daerah perbatasan Provinsi Kepulauan Riau itu identik dengan menikmati panorama alam dan bersantai di tepi laut, kini konsep wisata olahraga atau sport tourism perlahan mulai tumbuh.
Anambas memang dikenal memiliki kekayaan alam yang masih alami. Gugusan pulau hijau, laut jernih, serta suasana yang tenang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Banyak wisatawan datang untuk menyelam, memancing, atau sekadar mencari ketenangan dari hiruk pikuk perkotaan.
Namun, aktivitas wisata yang tersedia selama ini dinilai masih monoton.
Pengunjung umumnya hanya duduk menikmati pemandangan, berenang, lalu pulang. Padahal, tren wisata saat ini mulai bergeser. Wisatawan tidak lagi sekadar mencari tempat indah, tetapi juga pengalaman baru yang memberi kesan berbeda.
Melihat kondisi itu, Marulam Siahaan alias Bang Jack mencoba menghadirkan konsep wisata yang berbeda melalui Pantai Flower Dolphin di kawasan Pasir Manang.
Lokasinya cukup dekat dari pusat Kota Tarempa. Hanya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan sepeda motor, pengunjung sudah bisa menikmati suasana pantai yang masih asri.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi, hamparan laut dan pepohonan hijau menemani pengunjung. Jalan menuju pantai pun cukup nyaman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Begitu tiba di lokasi, pengunjung langsung disambut air laut berwarna biru kehijauan yang tampak jernih hingga dasar pantai terlihat jelas. Ombak yang relatif tenang membuat suasana terasa nyaman untuk bersantai bersama keluarga maupun teman.

Namun, bukan hanya panorama alam yang dijual di tempat itu. Pantai Flower Dolphin kini menghadirkan beragam wahana olahraga air, mulai dari kano, sepeda air, banana boat hingga snorkeling. Kehadiran wahana tersebut membuat suasana pantai terasa lebih hidup dan dipenuhi aktivitas pengunjung.
“Kalau selama ini orang datang ke pantai hanya duduk makan lalu berenang dan pulang, sekarang kita coba kasih pengalaman berbeda supaya lebih berkesan,” ujar Bang Jack kepada Batam Pos, Selasa (19/5).
Menurut dia, Pantai Flower Dolphin baru beroperasi sekitar satu bulan. Meski masih tergolong baru, antusias masyarakat mulai terlihat, terutama saat akhir pekan.
“Kami menyajikan beragam wahana olahraga air yang lagi disenangi masyarakat. Sebelumnya memang belum ada destinasi wisata seperti ini di sini,” katanya.
Bang Jack mengaku sengaja menghadirkan konsep sport tourism karena ingin pariwisata Anambas memiliki pilihan wisata yang lebih variatif.
“Selama ini yang dijual hanya pemandangan. Orang datang duduk makan, berenang, lalu pulang. Tidak terlalu berkesan,” ucapnya.
Untuk menarik minat masyarakat, tarif wahana sengaja dibuat terjangkau. Kano dikenakan biaya seribu rupiah per menit, sedangkan sepeda air Rp2.000 per menit.
Sementara banana boat dipatok Rp40 ribu untuk dewasa dan Rp25 ribu bagi anak-anak. Pengunjung juga bisa menikmati snorkeling secara gratis, meski penyewaan kacamata renang dikenakan tarif Rp50 ribu.
“Kita sengaja kasih harga murah supaya semua bisa menikmati permainan yang ada,” tutur dia.
Tak hanya menawarkan olahraga air, Pantai Flower Dolphin juga memiliki daya tarik lain yang jarang ditemukan di tempat wisata lain di Anambas.
Di waktu-waktu tertentu, segerombolan lumba-lumba liar kerap muncul di sekitar perairan pantai. Kemunculannya sering membuat pengunjung terkejut sekaligus antusias mengabadikan momen tersebut.
Meski begitu, kemunculan mamalia laut itu tidak bisa dipastikan waktunya karena datang secara alami.
“Tidak menentu lumba-lumba muncul. Yang jelas mereka suka di tempat ini karena kondisi lautnya bersih dan sering dirawat,” kata Bang Jack.
Ia berharap Pantai Flower Dolphin dapat menjadi alternatif wisata baru bagi masyarakat Anambas tanpa harus bepergian jauh ke luar daerah untuk menikmati wisata olahraga air.
Menurutnya, konsep sport tourism memiliki peluang besar untuk berkembang di Anambas karena didukung kondisi alam yang masih alami dan laut yang relatif tenang.
“Harapannya pariwisata Anambas nanti bukan hanya dikenal karena pemandangannya, tapi juga karena pengalaman wisatanya,” ujarnya. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : RATNA IRTATIK