Buka konten ini
ANAMBAS (BP) – Pasokan bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Anambas mulai kembali tersedia setelah sempat terganggu akibat cuaca ekstrem angin utara yang melanda wilayah tersebut hampir satu bulan terakhir.
Kembalinya pasokan bahan pokok ditandai dengan berdatangannya sejumlah kapal pengangkut logistik ke Pelabuhan Tarempa, Kamis (22/1), seiring kondisi cuaca yang mulai berangsur membaik.
Kapal-kapal tersebut berasal dari sejumlah daerah pemasok utama, seperti Kijang, Kabupaten Bintan, Pontianak, Kalimantan Barat, serta Jakarta, yang selama ini menjadi jalur distribusi kebutuhan pokok masyarakat Anambas.
Pantauan Batam Pos di lapangan mencatat, sebanyak lima kapal kargo milik masyarakat setempat dan satu kapal kargo milik PT Pelni, yakni KM Logistik Nusantara, melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tarempa.
Aktivitas bongkar muat berlangsung sejak pagi hari dan melibatkan puluhan buruh pelabuhan yang memindahkan barang dari kapal ke darat untuk selanjutnya didistribusikan ke pedagang.
Salah seorang buruh pelabuhan, Fazril, mengatakan kapal kargo milik masyarakat umumnya datang dari Kijang dan Pontianak dengan membawa berbagai kebutuhan pokok.
“Kalau kapal kargo milik masyarakat biasanya dari Kijang dan Pontianak. Sedangkan kapal kargo milik Pelni baru tiba dari Jakarta,” ujar Fazril.
Ia menjelaskan, muatan kapal kargo tersebut didominasi bahan kebutuhan pokok, seperti bawang, beras, cabai, mi instan, gula pasir, hingga gula tepung.
Selain itu, kapal juga membawa berbagai kebutuhan harian lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat setelah sempat mengalami keterbatasan pasokan akibat cuaca buruk.
Sementara itu, KM Logistik Nusantara milik PT Pelni lebih banyak mengangkut material bangunan serta ayam beku yang dikemas dalam beberapa unit kontainer berpendingin.
Menurut Fazril, seluruh barang yang telah dibongkar akan langsung didistribusikan ke pasar dan gudang penyimpanan agar segera dapat dijual kepada masyarakat.
“Barang-barang ini kami bongkar dan langsung masuk ke pasaran,” katanya.
Dengan mulai normalnya arus logistik, masyarakat diharapkan tidak lagi mengalami kelangkaan bahan pokok seperti beberapa waktu lalu, sekaligus mampu membantu menstabilkan harga di pasaran.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di wilayah Kepulauan Anambas dalam sepekan ke depan hingga awal Februari diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang. Kecepatan angin terpantau sedang, dengan tinggi gelombang laut berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Aktivitas pelayaran diimbau tetap waspada. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY