Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pemerintah menempatkan industri perkapalan sebagai salah satu sektor kunci dalam menjaga kelancaran distribusi nasional sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi. Melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sejumlah insentif disiapkan untuk mendorong kemandirian sektor ini, mulai dari pembebasan bea masuk bahan baku pembangunan kapal hingga fasilitasi sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan, penguatan industri perkapalan menjadi fondasi penting bagi terciptanya sistem logistik nasional yang tangguh dan modern. Pemerintah menargetkan kebutuhan armada nasional ke depan dapat dipenuhi oleh galangan dalam negeri dengan dukungan rantai pasok yang semakin kuat.
“Indonesia membutuhkan armada yang dibangun oleh kemampuan sendiri, ditopang industri komponen nasional yang kokoh,” kata Agus di Jakarta, Minggu (15/12).
Ia menambahkan, kemandirian industri perkapalan akan berdampak luas pada berbagai sektor strategis. Mulai dari distribusi pangan dan energi, konektivitas antarpulau, hingga penguatan industri nasional lainnya. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan galangan kapal beserta industri pendukung mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara berkelanjutan.
Pilar Sistem Logistik Nasional
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menyebut industri perkapalan sebagai pilar utama sistem logistik nasional. Menurutnya, kapasitas galangan kapal di dalam negeri terus mengalami peningkatan dan siap mengambil peran yang lebih besar.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk memperkuat ekosistem perkapalan. Di antaranya pemberian fasilitas bea masuk nol persen bagi bahan baku kapal, perluasan pembiayaan penugasan khusus ekspor (PKE) untuk alat transportasi bersama LPEI, serta pendampingan sertifikasi dan peningkatan TKDN.
Daya Tampung Hingga 900 Dock Space
Dari sisi pelaku usaha, Ketua Umum DPP Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Anita Puji Utami menyampaikan bahwa industri perkapalan nasional saat ini berada dalam fase peningkatan kapasitas dan modernisasi. Iperindo menaungi 265 perusahaan anggota yang terdiri atas galangan kapal dan industri penunjang.
“Kapasitas nasional saat ini mampu menangani sekitar 36 ribu dock space per tahun untuk kegiatan reparasi, serta kurang lebih 900 dock space untuk pembangunan kapal baru,” ujar Anita.
Ia menilai, galangan kapal dalam negeri semakin siap memenuhi kebutuhan armada di berbagai sektor strategis, baik untuk kementerian dan lembaga, BUMN, maupun industri swasta. Meski demikian, ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang konsisten, khususnya terkait pembiayaan jangka panjang, kepastian regulasi, serta peningkatan TKDN.
“Potensi pasarnya sangat besar. Keberlanjutan kebijakan akan menjadi kunci apakah industri perkapalan nasional benar-benar bisa berdaulat di negeri sendiri,” tutupnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO