Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar salat gaib dan istighosah sebagai bentuk solidaritas dan doa bagi para korban bencana alam yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar spiritual sekaligus wujud kepedulian kemanusiaan PPP terhadap masyarakat yang terdampak musibah.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mengatakan, bencana yang terjadi di Pulau Sumatera bukan hanya duka bagi warga di daerah terdampak, melainkan juga duka seluruh bangsa Indonesia.
“Melalui salat gaib dan istighosah ini, kami mendoakan agar para korban diberi kekuatan dan ketabahan. Musibah ini adalah musibah kita bersama. Karena itu, seluruh elemen bangsa sudah sepatutnya hadir dan peduli,” ujar Mardiono di Kantor DPP PPP, Senin (15/12).
Selain doa bersama, Mardiono juga menginstruksikan seluruh kader PPP untuk ikut membantu penanganan bencana di wilayah terdampak. PPP akan mengirimkan tim tanggap bencana yang melibatkan relawan Ligana serta menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sembako, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menunjukkan empati dan berpartisipasi aktif dalam menghadapi bencana alam yang terjadi di berbagai daerah.
“Bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Prinsip kita jelas, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Ketika saudara kita tertimpa musibah, kita semua wajib hadir dan membantu,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Pesantren Az-Zawiyah, Kiai Syekh Ihyan Badruzaman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai salat gaib dan doa bersama yang digelar PPP memiliki makna penting, baik secara spiritual maupun sosial.
Menurutnya, istighosah yang dibarengi dengan aksi nyata diharapkan membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana.
“Ini adalah wujud kepedulian terhadap sesama. Istighosah yang disertai bantuan nyata insyaallah membawa keberkahan. Kehadiran PPP di tengah masyarakat, terutama saat musibah, sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : MUHAMMAD NUR