Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Kolam bekas galian proyek di lahan kosong sebelah Kantor Lurah Kibing, Batuaji, yang sebelumnya menelan korban jiwa, mulai dikeringkan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Upaya pengeringan dilakukan setelah seorang bocah dilaporkan tewas tenggelam di lokasi tersebut.
Lurah Kibing, Wiwied Indartono, mengatakan pihak kelurahan bersama warga setempat telah mengerahkan alat berat untuk membuat saluran air agar genangan di kolam bekas galian dapat dialirkan keluar.
“Setelah ada peristiwa kemarin, kami langsung membuat aliran air di kolam agar kering,” ujar Wiwied, Senin (15/12).
Di lahan kosong tersebut terdapat dua lubang galian berukuran besar dengan kedalaman sekitar dua meter dan panjang mencapai belasan meter. Kolam itu merupakan bekas galian proyek pematangan lahan milik PT Tembesi Indah Makmur yang telah terbengkalai selama sekitar dua tahun.
“Memang sudah lama tidak ada aktivitas. Dulu sempat ada pagar dan pembatas, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi,” katanya.
Wiwied berharap, setelah proses pengeringan selesai, area tersebut tidak lagi membahayakan warga, khususnya anak-anak yang kerap bermain di lahan kosong tersebut.
“Dengan kondisi ini, tidak ada lagi air yang tergenang dan membentuk kolam,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Andi Pakpahan mengatakan pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Hasil koordinasi sementara dengan lurah dan warga, air dikeringkan agar tidak ada korban lagi,” kata Andi.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah laki-laki berinisial SF, 8 tahun, meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di kolam bekas galian proyek tersebut pada Minggu (14/12) sekitar pukul 10.20 WIB. Jasad korban ditemukan di dasar kolam dengan kedalaman sekitar dua meter.
Berdasarkan keterangan ibu kandung korban, ArbaIyah, kepada warga setempat, SF berpamitan sejak pagi untuk berolahraga bersama lima orang temannya di kawasan Top 100 Tembesi sekitar pukul 06.30 WIB.
Bocah SD Negeri 02 Batam itu sempat pulang ke rumah untuk meminta uang jajan sebesar Rp5.000 kepada kakak kandungnya sebelum kembali keluar rumah. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO