Buka konten ini

BATAM (BP) – Sejumlah penumpang maskapai Super Air Jet tujuan Batam–Jakarta meluapkan kekecewaan dan kemarahan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Minggu (14/12) malam. Aksi protes terjadi akibat keterlambatan penerbangan yang berlangsung berjam-jam tanpa kejelasan waktu keberangkatan.

Penerbangan tersebut semula dijadwalkan berangkat pukul 16.30 WIB. Namun, jadwal keberangkatan terus mundur hingga pukul 22.20 WIB. Penundaan kembali terjadi sampai pukul 23.30 WIB, membuat penumpang harus menunggu hampir satu hari penuh di bandara.
Situasi memanas ketika penumpang merasa tidak mendapatkan solusi konkret dari pihak maskapai. Beberapa di antaranya bahkan meminta dialihkan ke maskapai lain.
“Kami minta dipindahkan ke Lion Air saja. Jam 22.00 bisa berangkat. Kalau harus menunggu sampai pukul 23.30, itu terlalu lama,” ujar salah seorang penumpang.
Penumpang tersebut juga mengeluhkan perlakuan maskapai yang dinilai tidak adil.
“Kami terlambat lima menit saja tiket langsung hangus. Ini dari sore sampai sekarang tidak ada kejelasan kapan kami berangkat,” katanya.
Akibat penundaan tersebut, suasana ruang tunggu Bandara Hang Nadim sempat memanas.
Lion Air Pastikan Penanganan Sesuai Aturan
Area Manager Lion Air Group Wilayah Kepulauan Riau, Amar, membenarkan adanya penundaan salah satu penerbangan Super Air Jet dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam menuju Jakarta. Namun, ia menegaskan penanganan terhadap penumpang telah dilakukan sesuai ketentuan dan standar pelayanan yang berlaku.
“Jadwal awal pesawat seharusnya berangkat pukul 17.45 WIB. Kami kemudian menyampaikan informasi penundaan keberangkatan hingga pukul 20.30,” ujar Amar saat dikonfirmasi, Minggu (14/12).
Namun, hingga waktu tersebut pesawat belum dapat diberangkatkan. Pihak maskapai kembali menyampaikan informasi penundaan lanjutan kepada penumpang hingga pukul 23.00 WIB.
“Penyebabnya karena menunggu pesawat dari Jakarta. Ada kendala cuaca di Jakarta sehingga penerbangan ke Batam ikut tertunda. Selain itu, ini juga sudah masuk peak season (musim ramai),” jelasnya.
Penundaan berjam-jam tersebut memunculkan pertanyaan dari penumpang terkait kemungkinan pengalihan ke penerbangan lain yang masih tersedia pada malam hari. Sebagian penumpang menilai opsi tersebut dapat menjadi solusi agar tidak menunggu terlalu lama.
Menanggapi hal itu, Amar menjelaskan pengalihan penumpang ke penerbangan lain sangat bergantung pada ketersediaan kursi dan kesiapan operasional maskapai.
“Kalau memang kursi masih tersedia dan penerbangannya memungkinkan, tentu bisa dialihkan. Namun, jika kursinya tidak mencukupi, maka tidak bisa,” ujarnya.
Ia menegaskan Lion Air tetap bertanggung jawab penuh terhadap penumpang yang terdampak keterlambatan. Seluruh bentuk pelayanan dan kompensasi diberikan sesuai regulasi yang berlaku.
“Untuk keterlambatan satu jam kami berikan makanan ringan. Jika keterlambatan dua jam, penumpang diberikan makanan berat,” katanya.
Sementara itu, apabila keterlambatan mencapai empat jam, maskapai memberikan kompensasi uang tunai sebesar Rp300.000 kepada penumpang yang memenuhi ketentuan.
“Semua kompensasi tersebut sudah kami siapkan dan diberikan sesuai durasi keterlambatan,” ujar Amar.
Pesawat seharusnya dapat diberangkatkan sekitar pukul 20.30 WIB. Namun, karena kendala yang belum terselesaikan, jadwal keberangkatan kembali mengalami penyesuaian.
“Jadi memang ada dua kali informasi penundaan yang kami sampaikan kepada penumpang,” katanya.
Informasi terakhir dari sumber Batam Pos, sejumlah penumpang ada yang pilih diberangkatkan dengan maskapai berbeda sekitar pukul 21.30 WIB. Namun, ada juga yang diberangkatkan dengan pesawat yang sama jelang tengah malam. ”Yang pakai pesawat lain tak dapat kompensasi uang, yang berangkat tengah malam dapat (kompensasi),” katanya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK