Buka konten ini

NONGSA (BP) – Program Pasar Murah Bersubsidi Pemerintah Kota Batam tahun 2025 disambut antusias warga Kecamatan Nongsa, Minggu (14/12). Selain harga yang terjangkau, penyaluran paket sembako berlangsung cepat dan tertib tanpa antrean panjang berkat penerapan sistem digital berbasis aplikasi Sitebus Murah oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam.
Sejak pagi, warga datang sesuai jadwal yang telah ditentukan per jam, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Pola ini membuat penyaluran berjalan lancar tanpa penumpukan. Sistem digital dinilai efektif karena penerima manfaat telah terdata sejak awal oleh kelurahan bersama RT dan RW setempat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan sistem digital dirancang untuk memastikan distribusi pasar murah tepat sasaran, transparan, dan terverifikasi. Seluruh penerima manfaat telah dijadwalkan waktu kedatangannya sehingga tidak terjadi antrean.
“Tahun ini kami menggunakan sistem pendataan digital melalui aplikasi Sitebus Murah. Data penerima sudah diinput oleh kelurahan serta RT dan RW. Warga cukup membawa KTP dan KK, lalu datang sesuai jadwal,” kata Gustian di lokasi kegiatan.
Setibanya di lokasi, warga hanya perlu menunjukkan barcode yang telah diterima sebelumnya. Petugas kemudian memindai barcode, mengambil foto KTP, serta melakukan verifikasi wajah penerima. Proses tersebut berlangsung singkat tanpa kupon manual seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
“Begitu barcode dipindai dan wajah difoto, data langsung terkunci. Artinya satu orang hanya bisa menerima satu paket dan tidak bisa diwakilkan,” ujarnya.
Gustian menegaskan penerima yang tidak datang sesuai jadwal tidak dapat diwakilkan, kecuali dalam kondisi tertentu seperti sakit. Hampir seluruh penerima memanfaatkan kesempatan tersebut. Berdasarkan data Disperindag Batam, tingkat pengambilan paket mencapai hampir 99 persen.
“Karena jam kedatangan sudah diatur, masyarakat datang bergantian. Tidak ada antrean dan masyarakat merasa nyaman. Antrean itu bukan prestasi, justru membuat orang menunggu lama,” katanya.
Di Kecamatan Nongsa, pasar murah bersubsidi digelar di tiga titik, yakni Kantor Lurah Sambau dengan 1.250 paket, kawasan Pasar Summerland Batu Besar sebanyak 1.250 paket, serta fasilitas umum RW 012 Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, dengan 1.500 paket.
Secara keseluruhan, Pemko Batam menggelar pasar murah bersubsidi pada 10–17 Desember 2025 di 47 titik yang tersebar di seluruh kecamatan. Total sebanyak 52.500 paket sembako disiapkan untuk masyarakat.
Setiap paket berisi 10 kilogram beras, dua liter minyak goreng, dan satu kilogram gula pasir. Nilai paket mencapai Rp200.000, namun masyarakat cukup menebusnya dengan harga Rp100.000 per paket.
Warga mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. “Sangat membantu dan murah. Apalagi sekarang harga beras sudah tinggi. Ini sudah dapat beras 10 kilo, minyak dan gula hanya Rp100 ribu,” ujar Risma, salah satu penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam, Wahyu, menjelaskan aplikasi Sitebus Murah memudahkan pengendalian kuota, pendaftaran, hingga pemantauan penerima yang sudah maupun belum mengambil paket.
“Contohnya di Batu Besar, kuota 1.250 paket dan pendaftarnya juga 1.250 orang. Sampai pukul 09.47 WIB, sudah 492 orang yang mengambil. Data ini berubah secara real time,” kata Wahyu.
Menurutnya, setiap penerima yang datang langsung tercatat dan terkunci dalam sistem sehingga mencegah pengambilan ganda.
“Begitu diverifikasi dan difoto, orang tersebut tidak bisa mengambil dua kali. Sistem langsung lock out. Jadi aman dan akurat,” jelasnya.
Dengan sistem digital ini, Disperindag Batam menilai penyaluran pasar murah tahun ini berlangsung lebih cepat, tertib, dan adil. Pemerintah berharap pola distribusi berbasis teknologi tersebut dapat terus diterapkan pada program bantuan lainnya demi kenyamanan dan keadilan bagi masyarakat. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO