Buka konten ini
BATAM (BP) – Direktorat Lalu Lintas Polda Kepulauan Riau (Kepri) mencatat keberhasilan Operasi Zebra 2025 dengan penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Andika Bayu, mengatakan pencapaian ini merupakan hasil peningkatan kegiatan preventif dan pre-emptif, yang lebih diutamakan dibandingkan penindakan langsung.
“Bukan penindakan yang meningkat, tetapi seluruh kegiatan Operasi Zebra, seperti penataan lalu lintas, preventif, dan pre-emptif, semuanya lebih intens dibanding tahun lalu,” ujar Andika Bayu, kemarin.
Ia menjelaskan, pendekatan humanis melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi fokus utama selama operasi berlangsung, sehingga berdampak langsung pada penurunan angka kecelakaan.
Berdasarkan data Ditlantas Polda Kepri, selama Operasi Zebra 2024 tercatat 38 kejadian kecelakaan dalam 14 hari pelaksanaan. Sementara pada Operasi Zebra 2025, jumlah kejadian turun drastis menjadi 10 kejadian. “Artinya, terjadi penurunan sekitar 28 kejadian dibanding tahun sebelumnya,” kata Andika Bayu.
Penurunan juga terlihat pada jumlah korban. Korban luka ringan pada 2024 tercatat sebanyak 40 orang, turun menjadi 8 orang pada 2025. Korban luka berat menurun dari 15 orang menjadi 3 orang, dan korban meninggal dunia berkurang dari 4 orang menjadi 1 orang.
“Secara umum, Operasi Zebra 2025 jauh lebih baik dibanding 2024, baik dari jumlah kecelakaan maupun jumlah korban, termasuk luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia,” tegasnya.
Pendekatan Edukatif Utamakan Teguran
Terkait penindakan pelanggaran lalu lintas, Andika Bayu menegaskan pihaknya lebih mengedepankan teguran dan sosialisasi dibandingkan penilangan manual.
“Kami lebih banyak melakukan teguran. Penindakan tetap ada, tapi pendekatannya edukatif,” ujarnya.
Meski demikian, penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tetap dijalankan. Pada 2024, Ditlantas Polda Kepri belum melakukan penindakan ETLE, sementara pada 2025 tercatat sebanyak 215 pelanggaran ditindak melalui sistem tersebut.
“Semoga kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin tinggi dan tercipta budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan,” harapnya. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK