Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Industri kendaraan komersial dalam negeri masih tertekan sepanjang tahun ini. Penjualan turun dua digit, membuat pelaku usaha lebih realistis dengan menargetkan kinerja sekadar menjaga pangsa pasar.
Sales Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya, memaparkan, penjualan mobil komersial nasional merosot sekitar 12 persen. Tren itu terasa di hampir semua merek.
“Tahun ini daya beli konsumen melemah, ditambah sektor pertambangan yang juga terkontraksi,” ujarnya saat penyerahan 10 unit Mitsubishi Fuso Fighter X FM65F TH 4×2 di Surabaya, Kamis (11/12).
Menurut dia, lesunya penjualan dari sektor tambang salah satunya dipicu penggunaan kendaraan komersial merek Tiongkok yang masih memakai mesin Euro 2. Produk tersebut tidak tercatat sebagai anggota Gaikindo sehingga realisasi pembeliannya tidak muncul dalam data penjualan industri otomotif nasional.
“Masalahnya, kualitas BBM di Indonesia masih banyak yang Euro 2, jadi pengusaha tambang yang butuh efisiensi memilih kendaraan Euro 2,” tuturnya.
KTB sudah mengajukan keberatan ke sejumlah pihak. Namun, penjelasan yang diterima adalah kendaraan tersebut masuk dalam master list peralatan operasional.
Di tengah kondisi tersebut, Aji memilih fokus mempertahankan posisi market leader. Tahun ini, pangsa pasar Fuso mencapai 39,9 persen, naik tipis dari tahun sebelumnya yang sebesar 39,1 persen.
“Tahun depan target kami menjaga market share, mungkin bisa menyentuh 40 persen,” tambahnya.
Salah satu strategi KTB adalah menggarap segmen yang masih longgar, yakni tractor head 4×2. Produk baru yang diluncurkan Oktober lalu mendapat respons positif. Hingga November, sudah 19 unit dikirim ke konsumen, dan pihaknya menargetkan 50 unit terjual hingga akhir tahun.
“Tractor head itu potensial. Apalagi sektor logistik sedang ekspansi besar-besaran,” ucapnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO