Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Kondisi trotoar di kawasan Mukakuning, Sei Beduk, kian memprihatinkan. Jalur pejalan kaki dari Simpang Panbil Mall hingga Rusunawa Mukakuning itu kini rusak berat dan tak lagi nyaman digunakan warga.
Sepanjang trotoar tampak atap berlubang, lantai ambrol, serta tiang penyangga dan paving blok yang hilang. Kondisi semakin parah karena jalur pedestrian itu dipenuhi tanaman liar yang dibiarkan tumbuh tanpa perawatan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk menangani kerusakan tersebut.
“Trotoar dan pedestrian sebagian besar dikerjakan Bina Marga. Permasalahan ini akan kita koordinasikan,” ujarnya, Jumat (12/12).
Leo menyebut perbaikan trotoar ini juga selaras dengan instruksi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam untuk meningkatkan fasilitas publik.
“Ke depan akan kita rapatkan juga bersama BP Batam terkait sarana dan prasarana tersebut,” tambahnya.
Ia menuturkan, Dishub Batam tahun ini juga mulai membangun dua jalur pedestrian baru di kawasan Piayu, Sei Beduk.
“Lokasinya di belakang Batamindo. Kita bangun lintasan untuk pejalan kaki agar lebih nyaman,” katanya.
Sementara itu, Rita, warga Rusunawa Mukakuning, menyampaikan keluhan atas rusaknya trotoar yang menjadi akses utama warga, khususnya para pekerja industri. Ia mengingat masa ketika jalur tersebut sering digunakan warga untuk berjalan santai bersama keluarga. “Sekarang lebih pilih naik motor. Atapnya bolong, tetap saja kepanasan dan basah saat hujan,” keluhnya.
Menurut Rita, kenyamanan pejalan kaki juga makin terganggu akibat banyaknya pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. “Fungsinya juga berubah, jadi tempat jualan. Apalagi saat hujan, banyak motor yang berteduh,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO