Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Perlambatan penjualan mobil yang berlangsung sejak awal tahun membuat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyesuaikan target penjualannya. Proyeksi yang sebelumnya berada di kisaran 900 ribu unit, kini direduksi menjadi 780 ribu unit.
“Perkiraan penjualan mobil pada 2025 direvisi menjadi 780 ribu unit, dari sebelumnya 900 ribuan,” ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, di Jakarta, kemarin (11/12). Koreksi tersebut dilakukan karena penjualan kendaraan roda empat tahun ini tercatat menurun sekitar 10 persen dibanding 2024.
Berdasarkan data Gaikindo, distribusi wholesales sepanjang Januari–November 2025 baru mencapai 710.084 unit, turun 9,6 persen dibanding 785.917 unit pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan ritel pun belum membaik, merosot 8,3 persen menjadi 739.977 unit dari 807.586 unit pada 2024. Kondisi tersebut menegaskan bahwa pemulihan industri otomotif masih tertahan, menjadikan 2025 sebagai salah satu tahun dengan penjualan paling rendah dalam lima tahun terakhir.
Meski demikian, performa November menunjukkan perkembangan positif. Distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 74.252 unit, naik tipis 0,32 persen dibanding Oktober. Penjualan ritel tumbuh lebih kuat, meningkat 6,1 persen dari 74.720 menjadi 79.310 unit, menjadikan November sebagai capaian bulanan tertinggi sepanjang 2025.
“Gaikindo berharap momentum akhir tahun mampu menjaga tren positif yang mulai muncul pada November, meskipun pasar otomotif secara umum masih tertekan oleh daya beli yang belum pulih dan kondisi ekonomi yang memengaruhi minat masyarakat membeli kendaraan baru,” kata Jongkie. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO