Buka konten ini

BINTAN (BP) – Petani di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, menerapkan sistem tumpang sari dengan menanam sorgum dan padi gogo di lahan yang sama.
Sekretaris Kelompok Tani Milenial Kreatif, Suroso, menjelaskan bahwa pemilihan dua komoditas itu dilakukan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus mengoptimalkan penggunaan lahan.
“Sorgum dan padi gogo dipilih karena hama dan cara panennya sama, jadi lebih praktis,” katanya.
Untuk mengantisipasi gangguan burung, petani memasang botol berisi pemberat besi di area tanaman. Saat ini, sorgum yang ditanam telah berusia sekitar tiga bulan dan siap dipanen, sementara padi gogo baru memasuki usia satu bulan.
Dari lahan tersebut, Suroso menargetkan panen sorgum sebanyak 2,5 ton. Sedangkan untuk padi gogo, ia berharap hasilnya bisa mencapai minimal satu ton.
“Padi gogo ini baru pertama kita coba tanam. Mudah-mudahan bisa panen satu ton lebih,” ujarnya.
Selain itu, ia berharap semakin banyak petani di Bintan tertarik menanam sorgum karena tanaman tersebut memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Ia juga berharap adanya pihak yang dapat menampung hasil sorgum setelah panen.
“Kalau ada penampung hasil sorgum, petani pasti lebih semangat,” tambahnya. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY