Buka konten ini

BANGKOK (BP) – Pesan persatuan regional menggema dalam upacara pembukaan SEA Games ke-33 yang digelar megah di Stadion Rajamangala, Bangkok, Selasa (9/12). Dilansir dari channelnewsasia.com, pertunjukan visual spektakuler, aksi para bintang, hingga rangkaian atraksi teknologi menjadikan pembukaan tahun ini salah satu yang paling meriah dalam sejarah penyelenggaraan SEA Games.
Ketegangan perbatasan Thailand–Kamboja seakan sirna ketika pesta olahraga terbesar Asia Tenggara itu resmi dimulai. Tahun ini menjadi kali ketujuh Thailand menjadi tuan rumah, sekaligus yang pertama sejak 2007. Gelaran ini berlangsung 9–20 Desember, dengan beberapa cabang seperti sepak bola, bisbol, dan bulu tangkis sudah lebih dulu dipertandingkan.
Sejak beberapa jam sebelum upacara, ribuan penonton—banyak di antaranya berpakaian hitam—telah memadati stadion. Sementara itu, Singapura mencatat sejarah dengan mengirim 930 atlet, menjadi kontingen terbesar mereka sepanjang keikutsertaan.
Mengusung tema “We Are One”, pembukaan dibuka dengan atraksi ratusan drone yang membentuk logo SEA Games ke-33 sebelum berubah menjadi angka-angka simbolik perjalanan ajang olahraga tersebut. Segmen ini juga menampilkan penghormatan terhadap sejarah SEA Games pertama di Thailand melalui rangkaian video dokumenter.
Pada segmen kedua bertajuk “Ignite The Game”, ratusan penampil berlari membentuk pola cahaya dinamis yang menyatu menjadi logo SEA Games. Dentuman solo drum kemudian menjadi penanda puncak pertunjukan, disusul semburan kembang api yang menghentak suasana.
Nuansa persatuan kembali dikuatkan di segmen ketiga, ketika lantai stadion menjelma menjadi “sungai persahabatan” yang menampilkan 11 negara Asia Tenggara sebagai satu komunitas. Untuk menjaga kondisi lapangan sepak bola yang dipakai babak penyisihan, panitia menutup rumput dengan kanvas yang menjadi media proyeksi berbagai pertunjukan. Di balik kanvas, panggung dengan lebih dari 800 liter air menghadirkan atraksi balet bawah air, jet-ski, hingga aksi flyboard yang memukau.
Sorakan terdahsyat malam itu pecah saat bintang K-pop asal Thailand, BamBam (Kunpimook Bhuwakul), tampil membawakan lagu hitnya Wheels Up.
Dalam parade kontingen, 112 atlet dan ofisial Singapura tampil dipimpin pembawa bendera Noah Lim (jiu-jitsu) dan Yeo Jia Min (bulu tangkis). Lim mengaku bangga mendapat kehormatan tersebut, sementara Yeo memuji keramahan tuan rumah.
SEA Games tahun ini digelar di tengah meningkatnya tensi politik Thailand–Kamboja. Suasana juga semakin hening setelah wafatnya Ratu Sirikit pada Oktober lalu yang membuat Thailand memasuki masa berkabung. Selain itu, panitia memindahkan venue 10 cabang olahraga ke Bangkok akibat banjir parah di wilayah selatan yang menewaskan lebih dari 170 orang.
Kamboja bahkan memilih mundur dari delapan cabang olahraga karena alasan keamanan. Menanggapi hal ini, Wakil Perdana Menteri Thailand Thammanat Prompao menegaskan komitmen pemerintahan untuk memastikan keamanan atlet Kamboja.
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn yang hadir bersama Ratu Suthida memberi sambutan hangat kepada seluruh kontingen. Ia berharap SEA Games 2025 menjadi perhelatan yang memperkuat persahabatan dan rasa persaudaraan bangsa-bangsa Asia Tenggara. (*)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MUHAMMAD NUR