Buka konten ini

BUDAYA kumpul keluarga dan nongkrong bareng teman di momen-momen spesial—mulai Lebaran, Tahun Baru, sampai ulang tahun—membuat konsep interior open space makin naik daun. Banyak keluarga ingin ruang yang terasa lega, hangat, dan enak dipakai ramai-ramai. Open space menawarkan itu semua lewat tata ruang yang mengalir tanpa banyak sekat.
Survei Better Homes & Gardens Real Estate bahkan mencatat, 62 persen agen properti melihat calon pembeli kini lebih melirik rumah dengan konsep terbuka. Ruangan yang terang, lega, dan mudah disesuaikan gaya hidup jadi alasan utama.
Dengan meminimalkan dinding pemisah, ruang tamu, ruang makan, hingga dapur bisa menyatu. Alurnya lebih enak, fungsinya lebih maksimal. Cocok buat keluarga yang sering bikin acara kecil-kecilan di rumah.
Kelebihan Konsep Open Space
1. Ruang Terasa Jauh Lebih Lapang
Furnitur yang dipakai biasanya multifungsi dan jumlahnya tidak banyak. Alhasil, ruang terasa lega dan nyaman untuk menampung keluarga besar saat berkumpul.
2. Cahaya dan Udara Mengalir Merata
Karena minim sekat, sinar matahari bisa masuk lebih optimal dan menyebar ke seluruh ruang. Udara pun lebih lancar keluar masuk, membuat suasana lebih segar tanpa bergantung pada lampu dan AC.
3. Hemat Material dan Energi
Lebih sedikit dinding berarti pengeluaran material makin kecil. Ditambah lagi, pencahayaan alami bisa mengurangi konsumsi listrik.
4. Fleksibel untuk Berbagai Acara
Minim sekat berarti lebih mudah menata ulang ruangan. Mau buat suasana hangat untuk acara keluarga, atau setting berbeda untuk pesta tahun baru, semuanya gampang dilakukan.
Head of Design Mitraruma (anak usaha SCG), Ichsan Risnadi, mengatakan konsep open space & integrated living cocok dipakai untuk semua jenis rumah, termasuk yang lahannya terbatas.
“Selain memberi kesan luas, konsep ini fleksibel saat penghuni ingin mengatur ulang layout sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Tips Mendesain Open Space agar Mewah dan Terintegrasi
1. Mainkan Warna dan Material
Warna netral seperti beige, sandstone, dan light taupe bisa bikin ruangan terasa hangat dan elegan. Jika ingin aksen yang lebih tegas, pilih warna berry wine, dark navy, atau military green—cukup sebagai sentuhan, jangan mendominasi. Material marmer dan kayu bisa menambah kesan mewah.
2. Gunakan Furnitur Multifungsi
Karena jumlah furnitur cenderung sedikit, pilih yang fungsinya ganda. Misalnya, swing cabinet yang bisa jadi area penyimpanan sekaligus tempat sampah tersembunyi. Kompartemen besar juga membantu menyembunyikan barang tidak terpakai agar ruangan tetap rapi.
3. Tata Letaknya Harus Selaras
Meski terbuka, tetap perlu zonasi yang jelas. Atur penempatan sofa, meja, dan dekorasi agar ruang tidak terasa penuh. Hiasi area kosong dengan lukisan seperlunya—cukup sebagai aksen, tidak perlu berlebihan.
4. Pencahayaan dan Ventilasi adalah Kunci
Jendela besar adalah sahabat terbaik konsep open space. Jika rumah tidak memungkinkan banyak bukaan, gunakan lampu LED rendah untuk memberi ilusi ruang yang lebih tinggi dan luas. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO