Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan meminta kembali aset Pelabuhan Tanjung Moco, Kota Tanjungpinang, yang saat ini dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang.
Hal itu disampaikan Kepala BP Tanjungpinang, Cokky Wijaya Saputra. Ia mengatakan proses pengembalian aset masih berjalan dan dilakukan karena adanya kesalahan administrasi.
“Kondisi saat ini Pelabuhan Moco diminta kembali oleh Perhubungan Laut,” ujar Cokky, Selasa (9/12).
Meski begitu, ia memastikan pihaknya akan segera mengajukan permohonan kembali untuk mengelola Pelabuhan Moco setelah aset diserahkan. Sebab, beroperasinya pelabuhan tersebut telah menimbulkan dampak ekonomi bagi Tanjungpinang.
Terlebih, Pelabuhan Moco baru mulai beroperasi pada awal 2025 setelah belasan tahun terbengkalai. Aktivitas bongkar muat yang hidup kembali dinilai menjadi sarana untuk mempromosikan kawasan FTZ di Pulau Dompak.
“Tapi akan kami minta lagi. Karena selama ini memang tidak ada kegiatan di pelabuhan itu. Sejak kita yang kelola, baru kita operasikan,” tegasnya.
Menurut Cokky, awal 2026 kapal perintis Sabuk Nusantara juga direncanakan bersandar di Pelabuhan Moco. Pihaknya telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain pos penjagaan, toilet penumpang, dan ruang tunggu. “Jadi akan kita minta lagi pelabuhan tersebut. Harapan besar, bisa kita kelola lagi dengan berkolaborasi bersama dinas terkait,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY