Buka konten ini

BANYAK orang menjalani rutinitas yang tampak sepele setelah makan. Minum teh, rebahan, hingga menyikat gigi langsung sering dianggap wajar dan tak berdampak apa-apa. Namun serangkaian aktivitas yang tampak biasa itu justru bisa memicu masalah kesehatan jika dilakukan terus-menerus.
Berikut rangkuman kebiasaan yang sebaiknya dihindari setelah makan.
1. Minum Teh
Kebiasaan menyesap teh setelah makan ternyata tidak seramah yang dibayangkan. Teavivre mencatat, penyerapan zat besi dapat berkurang hingga 87 persen ketika seseorang rutin meminum teh setelah makan. Dampaknya bisa serius: anemia, kulit pucat, tubuh mudah lelah, hingga berkurangnya nafsu makan.
Saran ahli, beri jeda 1–2 jam sebelum minum teh agar nutrisi tidak terhambat.
2. Rebahan
Rebahan setelah makan memang menggoda, tetapi dokter sekaligus health influencer Farhan Zubedi mengingatkan bahaya di baliknya. Dalam podcast TS Media (31 Juli 2024), ia menjelaskan bahwa posisi telentang saat perut penuh dapat membuat katup antara kerongkongan dan lambung melemah.
Akibatnya, asam lambung mudah naik dan memicu GERD. Anjuran yang lebih aman: tunggu setidaknya satu hingga dua jam sebelum berbaring.
3. Merokok
Hopkins Medicine mencatat, merokok sehabis makan dapat memicu sensasi terbakar di dada atau heartburn. Nikotin melemahkan sfingter esofagus sehingga asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini meningkatkan risiko GERD, kanker usus besar, dan pembentukan batu empedu.
4. Mandi
Meski anggapan bahwa mandi setelah makan dapat mengganggu pencernaan disebut sebagai mitos, Heatline mencatat para ahli tetap menyarankan jeda waktu. Setidaknya tunggu 30 menit hingga satu jam agar tubuh tidak “teralihkan” dari proses pencernaan.
5. Menyikat Gigi
American Dental Association (ADA) mengingatkan bahwa menyikat gigi langsung setelah makan—terutama setelah konsumsi makanan asam—dapat mengikis enamel yang masih lunak.
Tunggu 30–60 menit agar lapisan enamel mengeras kembali sebelum menyikat gigi.
Kebiasaan-kebiasaan ini tampak sederhana, namun jika dilakukan tanpa jeda, bisa membawa dampak jangka panjang pada kesehatan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO