Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Tri Andayani, memberikan penjelasan mengenai Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,5 triliun yang dialokasikan dalam APBN 2025 untuk perusahaannya. Ia menegaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan tiga kapal baru yang direncanakan melayani rute menuju Kalimantan, Papua, serta kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT)–Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Tiga kapal baru itu akan diarahkan ke Kalimantan, Papua, dan NTT–NTB,” ujar Tri Andayani usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
Ia menjelaskan bahwa setelah PMN dicairkan, Pelni masih harus menjalani sejumlah tahapan, mulai dari penetapan desain kapal hingga menentukan galangan kapal melalui proses terbuka. Tri memperkirakan pembangunan kapal akan memakan waktu sekitar dua tahun. Dengan demikian, armada tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Semester I-2029.
“Secara teknis, pembangunan kapal membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun. Jika semua proses berjalan lancar, mulai dari desain hingga konstruksi, kapal-kapal baru ini bisa beroperasi pada Semester I-2029,” jelasnya.
Meski demikian, Pelni belum dapat memastikan perusahaan mana yang akan ditunjuk sebagai pembangun kapal. Proses pemilihan akan dilakukan melalui mekanisme bidding terbuka, baik untuk galangan dalam negeri maupun luar negeri.
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI menyetujui pencairan PMN 2025 sebesar Rp2,5 triliun untuk Pelni, sebagai kelanjutan dari program pengadaan tiga kapal penumpang yang telah dimulai melalui PMN 2024.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan bahwa Pelni terus menunjukkan peningkatan kinerja, khususnya dalam penyediaan transportasi laut yang aman dan andal bagi masyarakat. Selain itu, peningkatan layanan serta penguatan aspek keselamatan pelayaran menjadi fokus utama perusahaan.
“Pelni juga harus memperbaiki kinerja keuangannya agar semakin optimal dalam mendukung operasional,” kata Misbakhun. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO