Buka konten ini

FLORIAN Wirtz dan Granit Xhaka termasuk pilar Bayer Leverkusen saat menjuarai Bundesliga dua musim lalu (2023–2024). Leverkusen meraih Meisterschale – sebutan juara Bundesliga – tanpa pernah kalah sehingga mendapat sebutan Neverlusen. Musim panas lalu, Wirtz dan Xhaka sama-sama meninggalkan Bundesliga untuk bermain di Premier League.
Wirtz sebagai gelandang serang Liverpool FC (LFC) bakal bernostalgia dengan Xhaka, gelandang bertahan Sunderland AFC, dalam matchweek ke-14 Premier League di Anfield, Liverpool, dini hari nanti (siaran langsung Champions TV 6/Vidio pukul 03.15 WIB).
Beda Perlakuan
Wirtz dan Xhaka memasuki Premier League dengan cara berbeda. Wirtz ditebus LFC sebagai pembelian termahal klub (sebelum dipecahkan oleh striker Alexander Isak) dengan GBP 100 juta atau Rp 2,19 triliun. Namun, gelandang serang 22 tahun itu dianggap belum memberikan performa yang setara dengan harganya.
Wirtz belum menorehkan gol maupun umpan gol dalam 12 kali penampilan di Premier League. Kritikan pun terus diterima pencetak gol termuda timnas Jerman di ajang Euro tersebut.
Sementara Xhaka datang secara gratisan (free transfer) di Sunderland AFC. Reputasi bagus bersama Leverkusen, ditambah punya pengalaman membela Arsenal, membuat pemain 33 tahun asal Swiss itu didapuk sebagai kapten tim
The Black Cats – julukan Sunderland.
”Aku sudah bermain bersama dengan Flo (Wirtz) selama tiga musim (di Leverkusen). Di Inggris, akan ada banyak orang yang menikmati permainannya. Dia punya talenta luar biasa. Bukan hanya dengan bola, begitu pula tanpa bola,’’ bela Xhaka tentang Wirtz kepada Sky Sports.
Frimpong Bergelut dengan Cedera
Selain Wirtz, ada pula mantan bagian Neverlusen yang kini memperkuat LFC. Dia adalah bek/wingback kanan Jeremie Frimpong. Jika Wirtz masih main reguler meski tanpa gol/umpan gol, Frimpong malah seperti terlupakan. Pemain berkebangsaan Belanda itu banyak bergelut dengan cedera. Baru empat kali main di Premier League, Frimpong juga masih absen dalam daftar skuad LFC terakhir atau saat menang 2-0 atas West Ham United di Premier League (30/11).
Tren Salah Lawan Klub Promosi
Selain berharap performa terbaik Wirtz, tactician LFC Arne Slot bisa mengandalkan lagi wide attacker Mohamed Salah. Setelah jadi cadangan saat mengalahkan West Ham, Salah siap main starer lagi dan bisa jadi ancaman bagi pertahanan The Black Cats.
Itu karena Salah punya tren bagus berupa produktif ketika berhadapan dengan klub promosi Premier League. Ditambah Salah belum berkesempatan membobol gawang Sunderland AFC. Dia hanya pernah sekali menghadapi The Black Cats, tetapi saat masih memperkuat Chelsea (pada April 2014).
”Dia (Salah) akan berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi Sunderland,” kata Slot kepada Liverpool Echo. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO