Buka konten ini

LINGGA (BP) – IKM Sentra Kelapa di Desa Resang, Kecamatan Singkep Barat, menjadi pusat pengolahan sabut kelapa satu-satunya di Kabupaten Lingga. Limbah sabut yang dulu hanya dianggap sampah rumah tangga, kini berubah menjadi komoditas bernilai tinggi dan bahkan berhasil menembus pasar internasional.
Dengan ketekunan pelaku usaha lokal dan dukungan pemerintah daerah, sabut kelapa diolah menjadi Coco Fiber dan Cocofeat, dua produk yang memiliki permintaan tinggi. Puncaknya, pada Senin, 24 November 2025 lalu, IKM Sentra Kelapa melakukan ekspor perdana Cocofeat ke Tiongkok sebanyak 24 ton.
Plt Kepala DisperindagKop UMKM Kabupaten Lingga, Febrizal Taufik, mengatakan, keberadaan IKM tersebut tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
“Di tengah sulitnya lapangan pekerjaan, Alhamdulillah IKM Sentra Kelapa bisa menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya, Selasa (2/12).
Febrizal menjelaskan, pada tahap awal IKM memproduksi Coco Fiber dan Cocofeat sebagai produk utama olahan sabut kelapa. Coco Fiber nantinya akan dikembangkan menjadi produk turunan seperti keset, bantal, kasur, dan berbagai produk lainnya yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Sementara itu, Cocofeat saat ini diekspor dalam bentuk curah dan balok. “Ekspor perdana baru ke Tiongkok, tapi ke depan tidak menutup kemungkinan kita masuk ke negara lainnya,” kata Febrizal.
Ia menambahkan, IKM Sentra Kelapa juga berencana memperluas produksi ke olahan kelapa lainnya seperti kopra, briket, nata de coco, hingga minyak kelapa (VCO).
“Perjalanannya panjang, tapi arahnya sudah jelas. Saat ini fokus kita di Coco Fiber dan Cocofeat, namun ke depan bisa lahir lebih banyak produk dari IKM ini,” pungkasnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : Iman Wachyudi