Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Keputusan memasukkan tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung (Jorji) serta ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani (Sabre) ke skuad SEA Games Thailand 2025 merupakan hasil evaluasi menyeluruh. Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa publik tidak perlu mempersoalkan keputusan tersebut.
“Jangan dipolemikkan. Itu sudah keputusan tim. Semuanya sudah melalui evaluasi,” tegas Taufik.
Pemanggilan Jorji sempat menjadi sorotan karena performanya yang tengah menurun. Sementara pasangan Sabre saat ini berada di jalur kuat menuju BWF World Tour Finals di Hangzhou, Tiongkok, pada 17–21 Desember—hanya tiga hari setelah cabang bulu tangkis SEA Games Thailand berakhir (7–14 Desember)
Adapun SEA Games secara keseluruhan bergulir pada 9–20 Desember.
Semua Pemain Harus Siap Tanding
Taufik yang juga menjabat Wakil Menpora menegaskan bahwa sistem pemanggilan atlet di Pelatnas PBSI Cipayung mewajibkan seluruh pemain berada dalam kondisi siap diturunkan kapan saja.
Menurutnya, mekanisme tersebut sudah menjadi tradisi lama di lingkungan pelatnas.
“Kalau di pelatnas itu semua pemain harus selalu siap. Dari dulu juga begitu. Diminta main ya siap. Kalau tidak, ya tidak apa-apa,” ujar peraih emas tunggal putra Olimpiade Athena 2004 itu.
PBSI, lanjut Taufik, memiliki daftar panjang dan daftar pendek atlet yang bisa diturunkan sesuai kebutuhan tim.
Dukung Target Dua Emas
Menjelang bergulirnya SEA Games 2025 Thailand yang tinggal hitungan hari, Taufik meminta publik fokus mendukung perjuangan tim bulu tangkis Indonesia. Target yang dibebankan kepada sektor ini adalah dua medali emas.
Ia berharap kehadiran Jorji dan ganda Sabre dapat memperkuat komposisi tim serta membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk mencapai target tersebut. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO