Buka konten ini

SURABAYA (BP) – Reformasi besar yang dilakukan pemerintah terhadap BUMN melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menumbuhkan optimisme baru bagi daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menekankan bahwa kebijakan investasi nasional perlu memberi dampak nyata bagi wilayah tempat BUMN beroperasi, bukan hanya terpusat di tingkat nasional.
Harapan tersebut mengemuka dalam round table discussion bertajuk Peta Baru Ekonomi Pasca Reformasi BUMN: Jawa Timur Dapat Apa? yang digelar di Surabaya kemarin (2/12).
Dividen Jadi Penggerak Investasi
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebut Danantara menghadirkan mekanisme baru agar dividen BUMN tidak semata masuk ke kas negara, namun dikelola kembali menjadi investasi yang lebih produktif dan menyentuh kebutuhan daerah.
“Investasi ini bisa diarahkan ke pertanian, peternakan, hingga program waste to energy. Pertumbuhannya harus dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah rencana yang telah dibahas antara lain penyerapan tebu oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), penguatan sektor peternakan, serta proyek waste to energy di kawasan Malang Raya.
Beban Daerah dari Operasi BUMN
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menilai kontribusi BUMN di kotanya belum sebanding dengan ruang dan fasilitas yang digunakan. Ia menekankan perlunya perhatian pemerintah pusat terhadap beban daerah, mulai dari pengelolaan sampah hingga kerusakan infrastruktur jalan yang ditimbulkan aktivitas perusahaan negara. “Kalau ekonomi di wilayah operasi mereka bergerak, masyarakat juga harus ikut merasakan dampaknya,” katanya.
Mengurangi Ketergantungan Modal Asing
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menambahkan bahwa meski BUMN meraup laba lebih dari Rp300 triliun per tahun, dividen yang masuk APBN hanya sekitar Rp80–90 triliun. Melalui Danantara, dana tersebut kini akan digerakkan kembali untuk investasi domestik agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pendanaan asing.
Ia menambahkan, Danantara juga didorong masuk ke sektor-sektor yang kurang diminati swasta, seperti industri kimia dasar dan energi terbarukan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO