Buka konten ini
PERUSAHAAN asal Amerika Serikat dan Jerman menyiapkan investasi besar senilai USD 26,73 miliar atau sekitar Rp444 triliun (mengacu kurs Rp16.625) untuk membangun pabrik semikonduktor, fasilitas hilirisasi pasir silika, dan industri kaca di kawasan Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park (GESEIP), Batam, Kepulauan Riau.
Investasi tersebut digarap melalui konsorsium PT Quantum Luminous Indonesia, PT Terra Mineral Nusantara, serta Tynergy Group (PT Energy Tech Indonesia dan PT Essence Global Indonesia). Mereka akan segera memulai pembangunan fasilitas industri strategis yang mencakup rantai pasok chip global, pengolahan silika, hingga manufaktur kaca.
Presiden Direktur PT Quantum Luminous Indonesia, Walter Grieves, menyampaikan bahwa konsorsium telah melakukan berbagai pertemuan dengan BP Batam untuk membahas kesiapan lahan, suplai utilitas, serta dukungan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjalankan proyek.
Pihaknya menargetkan konstruksi dapat dimulai pada 2026 setelah memperoleh persetujuan resmi dari BP Batam. Kompleks industri ini akan mencakup pabrik semikonduktor, solar cell, dan pengolahan silika.
“Kami berencana memulai pekerjaan pada awal 2026 bersama mitra lokal kami di Kawasan Industri Wiraraja GESEIP, setelah semua persetujuan dari BP Batam diterbitkan,” ujar Grieves, Selasa (2/12).
Untuk mempercepat realisasi investasi, konsorsium kini fokus menyelesaikan seluruh perizinan teknis dan administratif agar pembangunan tahap awal bisa segera dijalankan. Mengingat proyek ini berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), percepatan izin dipandang penting agar kepastian investasi, kesiapan rantai pasok, penyerapan tenaga kerja lokal, serta proses alih teknologi dapat berlangsung optimal.
Ia menambahkan, Tynergy Group dan PT Quantum Luminous Indonesia berkomitmen bergerak cepat dan siap memulai konstruksi begitu seluruh dokumen perizinan tuntas. Perusahaan juga membuka kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk meninjau langsung proses produksi di fasilitas induk mereka di Jerman dan Amerika Serikat.
“Kami telah dua kali menyampaikan surat percepatan investasi kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi. Bahkan komitmen investasi ini juga dipertegas dalam penandatanganan di acara Anugerah Investasi BP Batam yang disaksikan Wakil Kepala BP Batam,” imbuhnya.
Komitmen investasi tersebut sebelumnya telah dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada November 2023. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO