Buka konten ini

LINGGA (BP) – Angin kencang dan ombak besar menyebabkan KM Sinar Budi GT 34, kapal kayu bermuatan sembako, material bangunan, dan elektronik, tenggelam di perairan Dabo Singkep, Selasa (2/12) sekitar pukul 03.30 WIB. Kapal membawa satu nakhoda dan lima anak buah kapal (ABK).
Informasi awal diterima personel Posbinpotmar Dabo Singkep. ”Pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.30 WIB kami mendapatkan laporan ada kapal yang tenggelam di perairan Dabo Singkep,” kata Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal.
Sehari sebelumnya, Senin (1/12) sekitar pukul 15.30 WIB, KM Sinar Budi GT 34 bersandar di Pelabuhan Dabo Singkep setelah berlayar dari Jambi membawa muatan sembako, material bangunan, dan barang elektronik.
Menurut Oktanius, pada saat kejadian, kapal sedang bersandar di ujung dermaga ketika cuaca buruk melanda.
”Angin kencang dan gelombang tinggi membuat kapal tidak mampu menahan
benturan di dermaga,” ujarnya.
Melihat kondisi memburuk, nakhoda memutuskan memindahkan kapal ke area dalam pelabuhan, tempat bongkar muat barang. Namun dalam proses memutar haluan, lambung kiri kapal mengalami kebocoran akibat hantaman ombak sehingga air masuk dan membuat kapal miring lalu kandas.
Sebagian muatan dan ABK sempat hanyut terbawa ombak, namun seluruh ABK berhasil dievakuasi.
”Beruntung tidak ada korban jiwa. ABK yang sempat hanyut sudah berhasil dievakuasi,” tambah Oktanius.
Kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp700 juta. Sebagian barang yang hanyut berhasil diamankan warga dan telah dikembalikan kepada pihak kapal.
Saat ini nakhoda dan seluruh ABK dalam keadaan selamat. Dua ABK dibawa ke RSUD Dabo Singkep untuk mendapatkan perawatan karena mengalami luka ringan. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : Iman Wachyudi