Buka konten ini

LUSAIL (BP) – Balapan Formula 1 (F1) Qatar di Sirkuit Internasional Lusail dua hari (1/12) menyisakan polemik yang menimpa Andrea Kimi Antonelli. Pembalap rookie dari Mercedes itu menerima perundungan sampai ancaman pembunuhan di akun Instagram-nya.
Antonelli dianggap memberikan jalan bagi pembalap McLaren Lando Norris. Dalam dua putaran terakhir (lap ke-56 dari 57), Antonelli berada di depan Norris dalam perebutan posisi keempat. Tetapi, pada tikungan 9, mobil Antonelli tiba-tiba melebar keluar lintasan sehingga memudahkan Norris melewatinya.
Asal Finis Podium
Finis keempat (12 poin) ketimbang kelima (10 poin) sangat berarti bagi Norris dalam persaingan juara dunia pembalap F1 dengan pemenang F1 Qatar Max Verstappen (Red Bull Racing) dan rekan setimnya Oscar Piastri. Norris dengan 408 poin unggul 12 poin atas Verstappen (398 poin) dan terpaut 16 poin dengan Piastri (392 poin).
Itu berarti Norris tidak perlu finis runner-up dalam balapan terakhir di F1 Abu Dhabi akhir pekan nanti (7/12) untuk meraih juara dunia pertamanya seandainya Verstappen finis terdepan di Sirkuit Yes Marina.
Hitamkan Foto Profil
Akibat tudingan memberi jalan kepada Norris, seperti dilaporkan Mundo Deportivo, Instagram Antonelli diserbu warganet yang diduga fans Verstappen dengan berbagai indiran, bully, sampai ancaman pembunuhan. Teror tersebut membuat Antonelli tertekan sehingga dia mengubah foto profil Instagram-nya menjadi hitam.
Sebelumnya Antonelli telah membela diri tentang insiden di tikungan 9 tersebut. ”Aku masuk sedikit lebih cepat daripada putaran sebelumnya. Jelas di udara kotor, mobil lebih sulit diprediksi karena downforce lebih rendah dan ban lebih cepat panas. Akibat masuk sedikit lebih cepat, aku tiba-tiba kehilangan kendali bagian belakang,” bebernya seperti dilansir Autosport.
Red Bull Balik Membela
Setelah balapan di Lusail, Red Bull mengecam Antonelli yang kehilangan posisi keempat. Salah satunya Penasihat Red Bull Helmut Marko. Namun, setelah ancaman pembunuhan yang dialami Antonelli, Red Bull balik membela pembalap 19 tahun asal Bologna, Italia, tersebut.
”Komentar yang dibuat sebelum dan segera setelah Grand Prix Qatar yang menyatakan bahwa pembalap Mercedes Kimi Antonelli sengaja membiarkan Lando Norris lewat jelas keliru. Tayangan ulang menunjukkan bagaimana Antonelli sempat kehilangan kendali atas mobilnya, yang memungkinkan Norris menyalipnya,” unggah Red Bull di laman resmi tim balap mereka.
”Kami sangat menyesal bahwa hal ini telah menyebabkan Kimi menjadi korban pelecehan daring,” sambung pernyataan tersebut. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO