Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka kembali ke Tanah Air setelah mendapat penugasan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan. Setibanya di Indonesia, Gibran langsung menghadap Presiden Prabowo mengenai rangkaian agenda yang diikutinya selama forum internasional tersebut.
Dalam laporannya dengan Prabowo, Gibran membawa pesan diplomatik dari berbagai pemimpin dunia yang ditemuinya. Hal itu turut diunggah Gibran ke dalam media sosial Instagram pribadinya @gibran_rakabuming.
“Setelah tiba di Tanah Air usai melaksanakan penugasan dari Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Saya langsung melaporkan seluruh hasil konferensi dan pertemuan bilateral serta menyampaikan salam hangat dari para pemimpin dunia kepada Bapak Presiden Prabowo sebagai bentuk penghormatan dan hubungan diplomatik yang erat,” kata Gibran dalam unggahan pada media sosial Instagram.
Gibran menjelaskan, Indonesia menjadi bagian dari sejumlah pembahasan strategis dalam forum G20. Ia mengaku mengikuti beragam sesi pleno yang menyangkut isu global, termasuk sektor-sektor vital yang kini menjadi perhatian negara-negara anggota.
“Pada KTT G20 tersebut saya mengikuti seluruh sesi pleno dan pertemuan penting yang membahas berbagai isu strategis seperti ketahanan pangan, ekonomi digital, dan kecerdasan artifisial,” ucapnya.
Menurut Gibran, ketiga isu tersebut merupakan prioritas global yang juga menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki peran penting di tengah dinamika geopolitik dan transformasi ekonomi global.
Oleh karena itu, ia menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang terus memperjuangkan pemerataan akses dan kerja sama internasional yang inklusif.
“Saya juga menegaskan komitmen Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dalam mendorong pemerataan akses teknologi serta kemitraan global yang berkeadilan,” jelasnya.
Selain mengikuti rangkaian pleno, Gibran juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan perwakilan negara-negara mitra. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama strategis, termasuk peluang investasi dan pengembangan teknologi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR