Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Antusiasme peserta dalam technical meeting Pekan Tilawah Pelajar Universitas Terbuka (UT) se-Kepri Tahun 2025 membludak. Pertemuan teknis yang digelar di Gedung Utama UT Batam, Sekupang, Senin (24/11), itu diikuti seluruh perwakilan cabang lomba dari sekolah-sekolah di Kepulauan Riau.
Ketua Panitia, Ahmadi, menjelaskan hampir seluruh cabang lomba mengalami kelebihan pendaftar dibanding kuota yang tersedia. “Antusiasme peserta sangat tinggi. Hampir semua cabang melebihi kuota, terutama Tartil dan Tilawah yang paling banyak peminatnya,” ujarnya.
Kuota tiap cabang—Tartil, Da’i, dan Tilawah—dibatasi 15 peserta putra dan 15 peserta putri. Sementara cabang Hadrah diikuti 10 peserta tiap tim, dengan total 15 tim berpartisipasi. Secara keseluruhan, sebanyak 240 peserta dari berbagai SMA/SMK/MA di Kepri siap berlaga tahun ini.
Dalam technical meeting tersebut, panitia memaparkan petunjuk teknis pelaksanaan lomba, termasuk sistem penilaian untuk masing-masing cabang.
Salah satu peserta dari SMAN 6 Batam di Pulau Galang, Norizen, mengaku senang dapat kembali berpartisipasi. “Kami mengirim dua cabang: Tartil putra dan Tilawah putra. Tahun kemarin kami ikut tiga orang. Walaupun dari pulau, anak-anak punya potensi besar karena sering ikut MTQ di kecamatan,” ujarnya optimistis.
Ia menyebut dua peserta yang dikirim merupakan anak asli Pulau Air Raya. “Kami terus mendorong mereka latihan dan pemanasan suara supaya tampil maksimal. Tahun lalu ikut tapi belum juara, dan tahun ini kesempatan kedua. Kami optimis bisa juara,” katanya.
Pekan Tilawah Pelajar 2025 kembali digelar UT Batam sebagai ajang tahunan untuk meningkatkan kecintaan pelajar terhadap Al-Qur’an. Kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 27–28 November 2025 di One Batam Mall.
Direktur UT Batam, Angga Sucitra Hendrayana, mengatakan penyelenggaraan tahun ini kembali diadakan karena melihat tingginya antusias peserta pada 2024. Tahun lalu, kegiatan diikuti 232 peserta dari 40 sekolah di seluruh Kepri.
“Tahun ini kami ingin menghadirkan ruang pembinaan karakter dan spiritualitas di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat peran UT sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap nilai keagamaan dan kebangsaan,” ujar Angga.
Ia menambahkan, gelaran tahun ini dikemas lebih besar dan profesional, termasuk peningkatan kategori hadiah serta pemberian souvenir eksklusif kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi. Empat cabang diperlombakan: Tartil, Tilawah, Da’i, dan Hadrah—masing-masing terbagi putra dan putri, kecuali Hadrah yang dilombakan per tim.
Angga menegaskan tujuan utama kegiatan bukan sekadar kompetisi. “Kami ingin menanamkan nilai integritas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Pelajar diharapkan memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual,” katanya.
Ia mengajak seluruh sekolah di Kepri memanfaatkan momentum ini sebagai wadah pembinaan positif. “Ini bukan sekadar lomba, tapi ruang silaturahmi antar pelajar se-Kepri. Semoga kegiatan ini menjadi contoh sinergi antara pendidikan dan nilai keagamaan di tengah derasnya arus digital,” tutupnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO