Buka konten ini
JAKARTA (BP) – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) semakin gencar memperluas layanan internasional melalui pengembangan fitur QRIS lintas negara. Senior Vice President IT Infrastructure & Security Management Jalin, Aries Fajar Kurnia, mengatakan bahwa peluang kolaborasi dengan Tiongkok dan India berpotensi besar memperluas jangkauan pasar perusahaan penyedia layanan pembayaran itu.
Menurut Aries, penggunaan QRIS lintas batas saat ini masih didominasi wisatawan Indonesia yang bertransaksi di Malaysia, Thailand, dan Singapura. Sementara itu, implementasi di Jepang yang baru berlangsung sejak 17 Agustus 2025 masih dalam tahap awal sehingga belum bisa dinilai secara menyeluruh.
“Kami sedang memantau perkembangan di Tiongkok dan kemungkinan ekspansi ke India. Dua negara itu diperkirakan tumbuh cepat karena banyak warga Indonesia yang bepergian ke sana,” ujar Aries di Jakarta, kemarin (19/11).
Ia menjelaskan bahwa uji coba penggunaan QRIS di Tiongkok sudah berjalan bersamaan dengan peluncuran layanan serupa di Jepang. Namun, perluasan resmi layanan ini masih menunggu keputusan antarpemerintah karena skemanya menggunakan kerja sama government-to-government (G2G).
Terkait keamanan, Aries memastikan Jalin akan memenuhi seluruh ketentuan yang diberlakukan negara mitra. “Kami harus memastikan bahwa seluruh sistem sudah patuh terhadap standar yang ditetapkan Bank Indonesia (BI),” ujarnya.
Kepatuhan tersebut mencakup pemenuhan Peraturan Bank Indonesia (PBI), sertifikasi ISO, kerangka kerja Cybersecurity Framework, serta standar keamanan Payment Card Industry Data Security Standard.
Setelah penguatan internal selesai, Jalin akan memastikan mitra switching di luar negeri mengikuti standar keamanan serupa, terutama terkait pengelolaan data. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO