Buka konten ini
BATAM (BP) – Komitmen Pemerintah Kota Batam dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi nelayan dan pekerja rentan semakin ditegaskan. Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, memastikan tahun depan sebanyak 1.000 nelayan tambahan akan menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan.
“Hari ini sudah 5.000 orang yang kita cover BPJS. Tahun depan, bersama Ibu Wakil, kita tambah lagi 1.000 orang menjadi total 6.000 nelayan,” ujar Amsakar usai menyerahkan bantuan sarana perikanan tangkap kepada nelayan kecil di fisherism Tanjungriau, Sekupang, Kamis (20/11).
Ia menegaskan, jaminan sosial sangat penting agar keluarga nelayan tetap terlindungi bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kerja atau musibah lain. Menurutnya, kebijakan ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap kelompok nelayan.
“Pemerintah Kota Batam memandang nelayan itu penting. Setiap kebijakan selalu memberikan atensi dan perhatian untuk memastikan mereka mendapat ruang, bantuan, dan jaminan,” katanya.
Amsakar juga memaparkan bahwa arah kebijakan pembangunan Batam kini mulai bergeser. Tidak hanya fokus pada infrastruktur, Pemko mulai menekankan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat. Program tersebut mencakup seragam gratis untuk siswa, beasiswa bagi pelajar hinterland yang diterima di universitas negeri, bantuan Rp300 ribu per bulan untuk lansia di atas 60 tahun, serta pinjaman modal hingga Rp20 juta bagi UMKM tanpa bunga.
“Untuk urusan bunganya, biar Amsakar dan Buk Li Claudia Candra yang selesaikan,” ujarnya, menegaskan dukungan penuh kepada pelaku usaha kecil.
Selain nelayan, Pemko Batam juga memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan seperti ojek online, penambang pancung, dan pekerja informal lainnya. Totalnya diperkirakan mencapai 10.000 orang.
“Inilah bentuk keberpihakan kami kepada masyarakat Batam,” tegasnya.
Amsakar menutup dengan ajakan menjaga kekompakan antarpemangku kepentingan. Kolaborasi warga, camat, lurah, kepala dinas, dan tokoh masyarakat disebut menjadi kunci memperkuat pembangunan Batam.
Komunitas Ojol Minta Perlindungan Lebih Kuat
Di sisi lain, Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Batam menilai perlindungan terhadap pengemudi transportasi online masih jauh dari memadai. Melalui Wakil Ketua Satgas, Okka, komunitas itu berharap seluruh pengemudi ojol dan taksi online dapat segera terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Harapan kami semua mitra online bisa terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Ini penting sebagai jaminan kalau terjadi sesuatu,” ujarnya.
Menurut data Komando, ada sekitar 1.600 pengemudi transportasi online di Batam, dengan sekitar 1.200 di antaranya aktif bekerja setiap hari. Pemko Batam telah meminta komunitas dan asosiasi mendata ulang anggotanya untuk mempercepat program BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh driver.
“Sedang berproses. Pak Amsakar minta data kembali. Semoga ke depan semua mitra bisa terdaftar segera,” tambah Okka.
Ia menegaskan bahwa komunitas selama ini menjadi garda terdepan ketika anggota tertimpa musibah, sebab tidak semua kejadian dijamin oleh aplikator. Karena itu, jaminan sosial dinilai penting untuk memberikan perlindungan jangka panjang.
Okka juga mengimbau para pengemudi menjaga kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri bekerja saat tidak sehat. Ia meminta target order dievaluasi demi keselamatan.
“Kalau lelah, istirahat dulu. Apalagi sekarang Polda dan Polresta sedang Operasi Seligi, jadi pastikan atribut dan kelengkapan aman,” pesannya.
Kronologi Meninggalnya Driver Ojol Ahmad Solihun
Kapolsek Batam Kota Kompol Anak Agung Made Winarta memaparkan kronologi meninggalnya Ahmad Solihun, pengemudi ojol yang ditemukan tak bernyawa saat menunggu orderan. Sekitar pukul 13.10 WIB, korban mengeluhkan badan panas dingin kepada rekannya. Rekan itu sempat membelikan obat paracetamol sebelum korban pamit salat di warung, makan bubur, lalu berbaring di kursi depan ruko.
Pukul 15.00 WIB, korban dibangunkan namun tidak merespons. Pemilik warung mengira korban hanya tertidur pulas. Upaya membangunkan kembali dilakukan pukul 16.45 WIB, tetapi tetap tidak ada respons.
“Saksi memegang tangan korban dan terasa dingin,” ujar Kompol Anak Agung. Ketua RT kemudian dihubungi dan melapor ke Polsek Batam Kota.
Petugas tiba sekitar pukul 17.30 WIB untuk mengamankan lokasi. Tim Identifikasi Polresta Barelang dan RS Bhayangkara datang pukul 18.10 WIB untuk olah TKP. Pada pukul 18.52 WIB, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya jaminan sosial bagi para pengemudi ojol yang bekerja tanpa henti di jalanan demi memenuhi kebutuhan keluarga. (*)
Reporter : Eusebius Sara – RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO