Buka konten ini

PADA rumah bertingkat dengan luas lahan terbatas, keberadaan tangga adalah elemen yang tidak bisa dihindari. Namun, bentuk dan posisi tangga sering kali menghabiskan banyak ruang, tampak berat, atau mengganggu aliran pergerakan. Arsitek Yuyun Soewahjo membagikan sejumlah prinsip desain agar tangga bisa tampil kompak, ringan, dan tetap harmonis dengan area sekitarnya.
1. Sesuaikan Bentuk Tangga dengan Kondisi Ruang
Bentuk tangga sebaiknya mengikuti kebutuhan layout rumah. Tangga spiral memang efisien dari segi ruang, tetapi belum tentu cocok untuk semua hunian. Sementara itu, tangga model L atau U memberi kenyamanan lebih jika area memungkinkan.
“Tangga lurus ideal untuk ruang yang memanjang, tetapi panjangnya harus direncanakan dengan baik agar tidak terlalu curam,” jelas Yuyun dari Sujiva Architects.
2. Letakkan Tangga pada Titik Pergerakan Utama
Penempatan tangga tidak boleh asal. Pemilik perlu memahami pola pergerakan penghuni: dari mana mereka masuk dan ke mana mereka menuju. Lokasi tangga yang tepat dapat memperlancar sirkulasi sekaligus menjadi penunjuk arah yang natural dalam rumah.
3. Atur Ukuran Anak Tangga agar Tetap Nyaman
Meski ruang terbatas, ukuran tetap perlu diperhatikan. “Tinggi anak tangga yang ideal sekitar 17–18 cm. Jika lebih dari 20 cm, akan terasa curam dan cepat melelahkan,” katanya. Lebar pijakan minimal 25 cm, sedangkan total lebar tangga setidaknya 80 cm untuk menjaga keamanan.
4. Manfaatkan Area Bawah Tangga
Bagian bawah tangga bisa dijadikan ruang fungsional, seperti lemari penyimpanan, dapur mungil, kamar mandi, atau area kerja. “Mengintegrasikan fungsi lain di bawah tangga dapat menghemat ruang secara signifikan,” ungkap Yuyun. Konsep multifungsi ini sangat cocok untuk rumah-rumah perkotaan.
5. Pilih Desain Tangga Terbuka atau Melayang
Tangga tertutup cenderung membuat ruangan terasa sempit. Sebaliknya, tangga melayang atau struktur terbuka memberi kesan lebih ringan. Penggunaan railing kaca atau material besi yang tipis juga membantu menjaga pandangan tetap lapang.
6. Gunakan Material Ringan dan Warna Lembut
Material seperti kayu berwarna terang, kaca, atau besi ramping efektif menciptakan kesan luas. “Warna netral seperti putih, abu, atau natural wood membantu ruang terasa lebih lega,” ujarnya. Pilihan ini cocok untuk interior minimalis hingga Japandi.
7. Tambahkan Pencahayaan Tersembunyi
Pencahayaan menjadi elemen yang tak kalah penting. Lampu LED yang disisipkan di bawah anak tangga atau pada railing dapat memberikan efek visual dramatis.
Dinding di sepanjang jalur tangga juga dapat dimanfaatkan sebagai rak buku, pajangan seni, atau taman vertikal kecil.
“Dengan desain yang tepat, area tangga bisa berubah menjadi galeri mini yang menarik,” tutur Yuyun. Selain sebagai area transisi, ruang ini pun dapat menjadi titik estetis dalam rumah. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO