Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Kecelakaan kerja kembali merenggut korban jiwa di Batam. Rudi Antoro, karyawan PLN yang bertugas di PT PLTGU Tanjunguncang, tewas setelah tersengat listrik saat bekerja, Sabtu (13/9) siang.
Korban sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Embung Fatimah. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 15.38 WIB.
Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin Sumarni, mengatakan Rudi sudah dalam kondisi tidak sadar ketika dibawa ke ruang UGD. Menurut keterangan rekan kerja yang menolong, korban langsung ambruk setelah tersengat listrik dan jatuh ke dalam genangan air di bawah tempatnya bekerja.
“Saat kejadian, teman korban sempat memberikan pertolongan pertama dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP),” ujar Ellin.
Sebelumnya, korban sempat dirujuk ke puskesmas untuk penanganan awal. Namun karena kondisinya semakin kritis, Rudi dibawa ke RSUD guna mendapat perawatan intensif. Tim medis menemukan luka bakar pada lengan kanan bagian bawah korban berukuran sekitar 13×4 sentimeter. Luka itu berwarna putih dengan sekeliling kemerahan, diduga akibat percikan atau gesekan dari alat gerinda yang digunakan korban.
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, Rudi bekerja sebagai karyawan PLN bagian pemeliharaan. Saat kejadian, korban bersama dua rekannya, Lukman Al Hakim dan Tris, tengah memperbaiki pipa GLP yang bocor di area perusahaan.
“Pekerjaan dilakukan di dalam lubang galian sedalam dua meter. Korban saat itu mengukur sekaligus memotong material pengganti menggunakan mesin gerinda. Tiba-tiba tersengat listrik dan terjatuh ke dalam galian,” jelas Kapolsek Bimo.
Rekan-rekan korban yang panik segera menarik tubuh Rudi dari galian sebelum membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa di kawasan industri Batam. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti sengatan listrik tersebut, termasuk memeriksa standar keselamatan kerja di lokasi. Sementara itu, jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : Jamil Qasim