Buka konten ini

BATAM (BP) – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan peran kepala sekolah dan guru sangat menentukan arah masa depan Batam. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas pendidikan.
Dalam pertemuan bersama para kepala sekolah di Ballroom Harmoni One Hotel, Kamis (21/8), Amsakar menyampaikan keyakinannya bahwa pendidikan adalah kunci kemajuan daerah.
“Kalau ingin Batam ke depan jauh lebih baik, sangat bergantung pada guru dan kepala sekolah dalam mendesain pendidikan kita,” ujarnya.
Ia menekankan, ayat pertama Al-Qur’an, iqra’ bismirabbikalladzi khalaq (bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan), menunjukkan betapa mulianya ilmu pengetahuan.
“Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu pengetahuan,” katanya.
Menurut Amsakar, kesuksesan dunia maupun akhirat tidak bisa dipisahkan dari pendidikan. Karena itu, ia menitipkan harapan besar agar kepala sekolah terus berkomitmen membangun generasi berilmu dan berakhlak.
Lebih jauh, ia memaparkan konsep pembangunan yang tidak hanya berfokus pada fisik. “Membangun itu ada tiga. Pertama, mengadakan yang belum ada. Kedua, meningkatkan yang terbatas. Ketiga, memberdayakan,” jelasnya.
Ia menegaskan, substansi pembangunan sejati terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indikatornya bisa dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat kelulusan, angka partisipasi sekolah, hingga keberhasilan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Itu yang menurut saya paling penting. Semua itu baik atau buruknya, hitam atau putihnya, bergantung pada bapak/ibu kepala sekolah,” tegasnya.
Amsakar juga mengingatkan pentingnya desain pendidikan yang terencana bagi anak-anak Batam. Tanpa itu, sulit berbicara mengenai daya saing
daerah.
“Jangan berbicara daya saing kalau budak-budak ini tidak kita desain sedemikian rupa,” katanya.
Ia pun berpesan agar kepala sekolah tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis. Pendidikan, kata Amsakar, harus berjalan lurus demi kepentingan generasi muda.
“Jangan berbicara masa depan Batam bergantung pada anak-anak, kalau para kepala sekolah larut dalam konstelasi politik,” pungkasnya. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK