Buka konten ini

BATAM (BP) – Pusat Sejarah (Pusjarah) Polri melakukan kunjungan ke kantor Batam Pos dalam rangka penelusuran data sejarah kepolisian, Selasa (26/8). Rombongan dipimpin Kabid Rahtra Pusjarah Polri, Kombes Putu Dedy, disambut hangat Dirut Batam Pos, Elmi Gusti, serta Direktur/Pemimpin Redaksi Batam Pos, Yusuf Hidayat.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program penulisan sejarah perkembangan Polri pada era Demokrasi Terpimpin 1959–1966. Fokus penelitian diarahkan pada penggalian arsip, rekaman, foto, dan artikel koran yang berkaitan dengan dinamika sosial di Kepulauan Riau, khususnya peran kepolisian dalam peristiwa Dwikora di Tanjungpinang dan Kawal, Bintan.
“Tujuan kami adalah merekonstruksi gambaran masyarakat Kepri saat itu, terutama dalam konteks operasi Dwikora. Banyak informasi yang mungkin tidak tercatat di sumber resmi, tetapi bisa ditemukan dalam tulisan koran. Hal itu menjadi referensi penting bagi kami,” ujar Kombes Putu Dedy.
Pemimpin Redaksi Batam Pos, Yusuf Hidayat, menuturkan bahwa Batam Pos telah melakukan pengarsipan berita sejak awal terbit. Namun, masih dalam bentuk koran cetak. Proses digitalisasi arsip berita sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir dan masih terus berlanjut. Berita terkait sejarah Melayu, khususnya di Kepri, pernah terbit secara berkala setiap minggu sebelum 2010, sebagian besar melalui rubrik sosial dan budaya.
“Untuk sejarah Kota Batam sendiri, kami juga mendukung dengan adanya museum serta pengarsipan peristiwa sejarah. Gaya penulisan Batam Pos selalu menekankan peliputan langsung di lapangan dengan wawancara kepada pelaku sejarah,” jelas Yusuf.
Silaturahmi ini disambut positif oleh kedua belah pihak. Selain mempererat hubungan kelembagaan, kunjungan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah sejarah kepolisian dan menegaskan peran Kepulauan Riau dalam perjalanan bangsa. (*)
Reporter : Azis Maulana
Editor : RATNA IRTATIK