Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Rekaman tawuran antarremaja kembali menghebohkan jagat maya. Aksi saling serang itu terjadi di Jalan Pahlawan, arah Bundaran Basecamp, Kecamatan Batuaji, tepat sebelum lampu merah Simpang Tobing, Sabtu (9/8) malam hingga menjelang Minggu (10/8) dini hari.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak sekelompok pemuda menyerang dengan balok kayu dan batu. Beberapa di antaranya berlari ke tengah jalan, memanfaatkan momen saat arus lalu lintas berhenti di lampu merah.
Keterangan yang menyertai video menyebut, perkelahian berlangsung singkat namun cukup brutal, hingga membuat warga resah. Belum ada data pasti terkait jumlah korban maupun kendaraan yang menjadi sasaran.
Informasi yang beredar menyebut tawuran itu melibatkan dua kelompok pelajar dari dua sekolah menengah kejuruan berbeda. Musababnya, diduga berawal dari saling ejek usai pertandingan futsal di Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Seibeduk, beberapa jam sebelumnya.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Hingga kini, polisi masih berusaha mengungkap identitas kedua kelompok.
“Kami masih menyelidiki baik korban maupun pelaku. Sampai sekarang identitas mereka belum diketahui. Kami mencari kedua belah pihak,” ungkap Andi, Minggu (10/8).
Untuk mempercepat proses, polisi telah berkoordinasi dengan pihak sekolah di wilayah tersebut. Langkah ini diambil karena para pelaku diduga masih berstatus pelajar. Namun, penyebab pasti tawuran belum dapat dipastikan.
“Penyebabnya masih kami dalami. Masih dalam penyelidikan, sehingga belum bisa disimpulkan,” ujarnya.
Andi juga mengingatkan orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak, terutama pada malam hari.
“Kejadian ini berlangsung jam 11 malam. Anak-anak jam segitu seharusnya sudah di rumah, apalagi kalau masih sekolah. Mohon dipantau aktivitasnya dan dibatasi keluar malam,” tegasnya.
Polsek Batuaji berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat apabila berhasil diidentifikasi.
Edukasi Langsung ke Sekolah
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, menegaskan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan terkait tawuran tersebut. Ia membenarkan bahwa tawuran melibatkan pelajar SMK yang saling menyerang menggunakan balok kayu dan batu.
“Dalam hal ini, Polresta Barelang mengedepankan Satuan Binmas dan Polsek Batuaji,” ujarnya.
Zaenal menjelaskan, pihaknya memilih langkah persuasif dengan mendatangi dua sekolah yang diduga terlibat, serta memberikan edukasi kepada seluruh siswa.
“Besok (Senin) pagi, saya perintahkan anggota untuk mengambil apel di sekolah-sekolah tersebut,” katanya.
Ia menilai, tawuran membahayakan keselamatan pelajar karena dapat saling melukai dan mengancam keselamatan orang di sekitar lokasi kejadian.
“Tindakan kepolisian dilakukan secara persuasif, dengan memberikan arahan kepada siswa agar paham bahwa tawuran itu salah,” tegasnya.
Zaenal juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan, termasuk membatasi jam keluar malam anak dan melarang penggunaan sepeda motor bagi yang belum cukup umur.
“Kejadiannya malam hari, dan itu seharusnya bisa dicegah dengan pengawasan orang tua,” tutupnya. (***)
Reporter : Yofi Yuhendri – Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK