Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Prajurit TNI berhasil melumpuhkan salah satu tokoh utama Organisasi Papua Merdeka (OPM), Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, yang diketahui menjabat sebagai Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya. Ia tewas dalam kontak senjata yang terjadi di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, pada Selasa (5/8) pukul 16.30 WIT.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menyampaikan bahwa operasi penindakan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Mayer Wenda sendiri merupakan buronan yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014. Ia memiliki rekam jejak panjang dalam aksi kekerasan bersenjata, termasuk peÂnyerangan terhadap Mapolsek Pirime dan pembunuhan anggota Polri di Tolikara pada 2012, serta penghadangan patroli dan aksi penembakan terhadap aparat keamanan di Lanny Jaya pada 2014.
Menurut Kristomei, saat hendak ditangkap, Mayer Wenda melakukan perlawanan bersenjata bersama kelompoknya sehingga kontak tembak pun terjadi. Dalam baku tembak tersebut, Mayer Wenda tewas di tempat bersama satu orang lainnya yang diduga adiknya, Dani Wenda. Keduanya kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Di lokasi kejadian, prajurit TNI menemukan sejumlah barang bukti, termasuk senjata api jenis revolver, puluhan amunisi, dua kartu identitas atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda, dua telepon genggam, uang tunai sebesar Rp65.000, serta sebuah noken.
Kristomei menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia juga menyebut bahwa operasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Seluruh tindakan prajurit dalam operasi ini, kata Kristomei, dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Ia menambahkan bahwa di luar operasi penindakan, TNI tetap berkomitmen mengedepankan pendekatan teritorial yang humanis dan dialogis untuk memÂbangun stabilitas jangka panjang di Papua. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO