Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Ratusan siswa jenjang SMA di wilayah Belian, Kecamatan Batam Kota, menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, Kamis (7/8). Kegiatan ini digelar oleh Puskesmas Botania dalam rangka Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai upaya deteksi dini gangguan kesehatan fisik dan mental di kalangan pelajar.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 87 siswa mengalami karies dan gigi berlubang. Selain itu, satu siswa terdeteksi mengalami anemia ringan, tiga siswa mengalami gula darah tinggi, dan lima siswa lainnya tercatat memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Tak hanya itu, dua siswi bahkan terindikasi mengalami gangguan kejiwaan.
“Gigi berlubang masih menjadi temuan terbanyak. Tapi yang lebih mengkhawatirkan, kami mendapati siswa yang mengalami hipertensi dan kadar gula tinggi di usia muda,” ujar Kepala Puskesmas Botania, drg Fauzi Nuristianto, kepada Batam Pos.
Temuan-temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan rujukan ke layanan klinik dan pemeriksaan lanjutan di Puskesmas. Bagi siswa dengan gejala medis tertentu, pemeriksaan lanjutan dijadwalkan untuk memastikan diagnosis lebih akurat.
“Kasus anemia, misalnya, banyak terkait dengan asupan zat besi yang kurang akibat pola makan yang tidak sehat. Kami juga temukan siswa yang jarang sarapan dan minim konsumsi sayur,” tambah drg Fauzi.
Lebih lanjut, drg Fauzi menjelaskan bahwa dua siswi yang terindikasi mengalami gangguan mental menunjukkan gejala seperti sering merasa sedih, takut tanpa sebab, hingga sulit tidur. Salah satu siswi diketahui kerap terlibat konflik dengan ibunya, sementara yang lain mengalami tekanan verbal dari lingkungan keluarga.
“Kondisi seperti ini memerlukan perhatian khusus. Kami akan berkoordinasi dengan tim kesehatan jiwa di Puskesmas serta pihak sekolah untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Selain pemeriksaan fisik dan psikologis, tim medis juga memberikan edukasi seputar kesehatan gigi dan mulut, cara menyikat gigi yang benar, hingga pentingnya gaya hidup sehat sejak remaja.
Program PKG ini merupakan bagian dari agenda tahunan Puskesmas Botania yang menyasar ribuan pelajar di wilayah Kelurahan Belian. Tahun ini, total 18.997 siswa dari tingkat SD hingga SMA akan menjadi sasaran pemeriksaan secara bertahap. Kegiatan dilakukan langsung ke sekolah tanpa mengganggu kegiatan belajar-mengajar.
“Insyaallah seluruh temuan akan kami tindak lanjuti. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan sedini mungkin, khususnya di lingkungan sekolah,” tutup drg Fauzi.
Untuk diketahui, pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar di Kota Batam terus digulirkan. Hingga akhir Juli 2025, tercatat sebanyak 4.113 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK telah mengikuti skrining kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.
Kepala Dinkes Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan program ini bertujuan mendeteksi potensi gangguan kesehatan pada anak sejak dini, sebelum berkembang menjadi kondisi serius.
“Pemeriksaan ini merupakan skrining awal. Data jenis penyakit masih kami rekap untuk dianalisis. Setelah diketahui mana yang dominan, baru bisa dipetakan langkah penanganannya,” ujar Didi, Selasa (5/8).
Meski proses pendataan masih berlangsung, beberapa temuan yang mulai menonjol di antaranya adalah karies gigi (gigi berlubang), serumen (penumpukan kotoran telinga), gangguan refraksi (masalah penglihatan), obesitas, dan risiko anemia.
“Dari catatan awal, gigi berlubang dan serumen adalah kasus terbanyak sejauh ini,” jelasnya.
Sebagai informasi, serumen adalah zat seperti lilin yang secara alami diproduksi kelenjar di saluran telinga luar. Bila menumpuk, serumen dapat menyebabkan gangguan pendengaran, terutama pada anak-anak.
Didi menegaskan bahwa siswa yang ditemukan memiliki gangguan kesehatan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut akan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.
“Jika hasil pemeriksaan menunjukkan perlu dirujuk ke rumah sakit, orang tua tidak perlu khawatir. Biaya pengobatan bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan maupun Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda),” tutupnya. (***)
Reporter : Yashinta – RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK