Buka konten ini

SINGAPURA (BP) – Kebakaran hebat melanda sebuah unit flat Dewan Perumahan dan Pembangunan (HDB) di Toa Paya, Singapura, Selasa siang (29/7). Dilansir dari channelnewsasia.com, akibat insiden tersebut, tujuh orang dilarikan ke rumah sakit, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran dan seorang anak.
Api dilaporkan pertama kali muncul di unit lantai 10 Blok 229, Toa Paya Lorong 8. Tak lama berselang, si jago merah merambat ke unit lain di lantai 11. Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) menerima laporan sekitar pukul 13.10 waktu setempat. Ketika petugas tiba, api sudah membara hebat di unit lantai 10.
“Prioritas awal adalah menjinakkan api di lantai 10. Setelah itu, tim kami berhasil memadamkan kebakaran di lantai 11,” ujar SCDF dalam keterangan resmi sekitar pukul 17.40.
Awalnya, tiga orang dilaporkan mengalami gangguan akibat paparan asap dan luka bakar, dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Singapura (SGH). Namun, jumlah korban bertambah menjadi tujuh orang, sebagaimana disampaikan Anggota Parlemen Bishan-Toa Paya GRC, Saktiandi Supaat.
Ia menyebut bahwa seorang petugas pemadam dan seorang anak termasuk di antara korban. “Petugas tersebut mengalami kelelahan dan menghirup asap saat bertugas. Namun ia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sadar,” terang Saktiandi.
Menurut keterangan saudari pemilik unit, penghuni flat yang terbakar terdiri atas sepasang suami istri, tiga anak, seorang asisten rumah tangga, dan seekor anjing. Dua orang dari unit tersebut serta tiga dari unit tetangga turut dirawat akibat menghirup asap, salah satunya mengalami luka bakar. Sementara itu, anak dari unit lain dilarikan ke Rumah Sakit Wanita dan Anak KK (KKH) karena alasan serupa.
Petugas pemadam yang kelelahan juga dibawa ke SGH sebagai langkah pencegahan.
Pantauan di lokasi menunjukkan asap tebal mengepul dari jendela unit lantai 10. Bingkai jendela tampak rusak akibat panas ekstrem. Beberapa puing hangus, termasuk potongan jendela, ditemukan berserakan di dasar gedung. Asap bahkan terlihat hingga ke Central Expressway.
Sebanyak sembilan kendaraan SCDF, dua ambulans, dan tiga mobil polisi diterjunkan ke lokasi. Petugas terlihat memberikan oksigen kepada sejumlah warga. Sekitar 100 warga lainnya tampak berkumpul di lapangan basket tak jauh dari lokasi kejadian.
Seorang wanita lansia terlihat beristirahat di kursi tandu di lapangan bulu tangkis di bawah blok. Beberapa saksi menyebut sudah ada korban lain yang dibawa ke rumah sakit.
Lawrence Tan, warga lantai sembilan, menjadi salah satu yang pertama menyadari kebakaran. Ia mencium bau seperti karet terbakar sekitar pukul 13.00. “Saat keluar, saya melihat seorang wanita berlari dari lantai 10 meminta tolong. Ia bilang api berasal dari mesin pengering di dapurnya,” ujar Tan, 74 tahun. “Saya bantu telepon 995 dan mengetuk pintu-pintu tetangga sebelum turun lewat lift,” tambahnya.
Warga lain yang hanya ingin disebut Pak Yeo juga menceritakan pengalaman serupa. “Polisi mengetuk pintu dan meminta kami segera evakuasi. Saya bantu warga lansia turun karena ada yang pakai kursi roda. Saya lihat ada tiga sampai empat warga dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Saktiandi yang tiba di lokasi sekitar pukul 14.45 mengonfirmasi bahwa proses evakuasi masih berlangsung. Ia menyebut masih ada warga yang terjebak di lantai atas, sementara SCDF terus berupaya menyisir lokasi.
“Saya khawatir dengan petugas pemadam karena unit ini berada di lantai tinggi dan tidak memiliki lorong. Tapi kita berharap semuanya segera terkendali,” ujarnya.
Pemerintah melalui HDB akan menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. Saktiandi juga meminta publik untuk tidak berspekulasi soal penyebab kebakaran dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari SCDF.
Sementara itu, Maheason Prumal, bendahara Toa Paya East Zone 2 Residents’ Network, mengatakan bahwa pusat komunitas telah disiapkan sebagai tempat penampungan sementara. Ia dan tim relawan turut menyediakan air minum, jus, dan makanan ringan bagi para korban.
“Kami sangat perhatian terhadap warga lanjut usia karena ini kawasan permukiman yang cukup tua. Selain dukungan dari instansi, kami juga berusaha menenangkan trauma warga,” katanya.
Ivy Wang, tetangga yang tinggal persis di sebelah unit terbakar, juga menyampaikan kekhawatiran. “Suami saya mendapat pesan dari warga blok seberang. Area jemuran mereka berdempetan dengan kami. Dari bawah, kelihatannya flat kami tidak kena, tapi kami khawatir dapur kami terdampak,” ujarnya. Ia dan suaminya kini tinggal sementara di unit HDB yang disediakan. (*)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MUHAMMAD TAHANG