Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Dalam rumah bertingkat yang berdiri di atas lahan terbatas, keberadaan tangga menjadi kebutuhan mutlak. Namun, sering kali keberadaan tangga justru menyita banyak ruang, terlihat berat, dan memotong alur gerak. Arsitek Yuyun Soewahjo berbagi strategi desain tangga yang tepat agar tampil ringkas, ringan, sekaligus menyatu harmonis dengan ruang sekitar.
Pilih Bentuk Tangga Sesuai Kebutuhan Ruang
Pilihlah bentuk yang paling efisien mengikuti layout rumah. Tangga spiral memang hemat tempat, tapi belum tentu cocok untuk semua hunian. Sementara tangga L atau U bisa memberi kenyamanan lebih saat ruang mencukupi.
“Tangga lurus cocok untuk ruang memanjang, tapi panjangnya harus dihitung agar tidak terlalu curam,” kata arsitek Sujiva Architects Yuyun Soewahjo.
Letakkan Tangga di Titik Strategis Sirkulasi Penghuni
Tangga sebaiknya tidak diletakkan sembarangan. Pahami alur gerak penghuni. Dari mana mereka datang dan ke mana mereka bergerak. Tangga yang ditempatkan secara strategis bisa memperlancar sirkulasi, bahkan menjadi elemen pengarah yang intuitif dan alami dalam rumah.
Gunakan Ukuran Anak Tangga yang Aman Meski Ruang Terbatas
Ukuran tetap penting, bahkan dalam ruang sempit. “Idealnya, tinggi anak tangga 17–18 cm. Kalau lebih dari 20 cm, terasa curam dan cepat melelahkan,” ujarnya. Pijakan tangga minimal 25 cm agar kaki bisa menapak dengan nyaman, dan lebar keseluruhan tangga setidaknya 80 cm agar tetap aman dilalui.
Optimalkan Area Bawah Tangga Jadi Ruang Tambahan
Alih-alih dibiarkan kosong, area di bawah tangga bisa disulap jadi storage, dapur mini, kamar mandi, bahkan workspace. “Tangga yang dibangun di atas fungsi lain bisa menghemat ruang signifikan,” tutur Yuyun. Pendekatan multifungsi ini cocok untuk rumah-rumah urban yang serba terbatas.
Desain Tangga Terbuka atau Melayang Agar Terasa Lega
Struktur tangga yang tertutup bisa membuat ruang terasa sempit. Sebaliknya, tangga melayang atau tangga dengan struktur terbuka memberi kesan ringan dan lapang.
“Railing dari kaca atau besi tipis juga membantu menjaga pandangan tetap terbuka,” imbuh Yuyun.
Gunakan Material Ringan dan Warna Netral
Untuk menciptakan kesan luas, pilih material seperti kayu terang, kaca, atau besi ramping.
“Warna-warna netral seperti putih, abu, atau natural wood membantu membuat ruang terasa lapang,” pesan Yuyun. Material tersebut juga cocok untuk gaya interior minimalis hingga Japandi.
Tambahkan Lighting Tersembunyi untuk Kesan Estetis
Pencahayaan buatan juga bisa jadi trik desain yang ampuh. Lampu LED tersembunyi di bawah anak tangga atau di sepanjang railing menciptakan efek visual dramatis. Sementara dinding di sepanjang tangga bisa dimanfaatkan sebagai rak buku, tempat pajangan karya seni, atau bahkan taman vertikal kecil.
“Dengan desain yang tepat, lorong tangga bisa berubah jadi galeri mini yang hidup,” pungkasnya. Ini membuat area transisi lebih berarti dan tidak monoton (***).
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY