Buka konten ini
Sebuah kapal pompong bermuatan kayu pancang atau kayu teki tenggelam di Perairan Karimun pada Sabtu malam (28/6). Kapal kecil itu karam setelah dihantam ombak besar saat melintasi Selat Gelam, jalur laut yang memisahkan Pulau Karimun Besar dan Pulau Paret, sekitar pukul 23.00 WIB.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Karimun, Iptu Sarianto, melalui Kepala Unit Patroli, Ipda Kennedy, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa kapal tenggelam akibat cuaca buruk saat dalam pelayaran dari Parit 3 menuju Meral.
“Tenggelam setelah dihantam ombak besar dan cuaca buruk,’’ ujar Kennedy, Minggu (29/6).
Tiga orang yang berada di dalam kapal selamat dari insiden tersebut, meski salah satu di antaranya sempat dilaporkan hilang. Ketiganya adalah Sulaiman (62), M. Nur (60), dan Ruslan (42). Sulaiman dan M. Nur berhasil menyelamatkan diri dengan memanfaatkan kotak styrofoam sebagai pelampung darurat. Keduanya terbawa arus hingga ke Pantai Coastal Area dan ditemukan oleh warga sekitar pukul 01.00 WIB, sebelum kemudian dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu, Ruslan sempat dinyatakan hilang di laut. Ia baru ditemukan beberapa saat kemudian oleh kapal nelayan yang kebetulan melintas di perairan tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kapal dan muatannya tidak dapat diselamatkan,” ujar Kennedy.
Menurut penuturan Kennedy, ketiga korban berangkat dari Meral pada Jumat malam (27/6) sekitar pukul 21.00 WIB menuju Parit 3, Kecamatan Selat Gelam, untuk mencari kayu pancang. Setelah menebang sekitar 30 batang kayu pada keesokan harinya, mereka menunggu air laut pasang. Kapal mulai berlayar kembali ke Meral pada pukul 21.00 WIB, Sabtu malam. Namun, belum jauh berlayar, cuaca memburuk. Gelombang tinggi mengguncang kapal, hingga akhirnya tenggelam di tengah laut. (***)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : GALIH ADI SAPUTRO