Buka konten ini
Tampilan bersih, simetris, namun tetap hangat menjadi kesan pertama saat melihat KL Residence. Hunian dua lantai itu memadukan gaya modern klasik dengan sentuhan elemen natural untuk menghadirkan kesan elegan sekaligus nyaman ditinggali.
Dominasi warna putih dan hitam menjadi benang merah dalam keseluruhan desain. Menciptakan tampilan yang bersih, tegas, namun tetap hangat. Warna netral tersebut kemudian diseimbangkan dengan elemen natural lain seperti kayu yang diaplikasikan pada beberapa bagian interior dan eksterior.
“Tujuannya untuk menghadirkan nuansa yang lebih hangat, nyaman, dan timeless,” tutur Project Designer KL Residence, Hasbie Alfie.
Fasad KL Residence menjadi daya tarik tersendiri berkat perpaduan bentuk simetris dengan aksen lengkung di beberapa titik. Aksen leng kung ini juga diterapkan pada bukaan dan beberapa bagian interior.
“Lengkungan ini menjadi kontras visual yang menarik di tengah garis-garis tegas yang dominan,” tutur Hasbie.
Untuk membuat lengkungan yang halus, digunakan teknik kerfing pada material MDF HMR. Teknik ini memungkinkan material keras seperti MDF dilenturkan dengan presisi sehingga memberikan hasil akhir yang mulus dan estetik.
Tak hanya estetika, rumah di Jakarta Barat itu juga dirancang agar selaras dengan prinsip fengsui sesuai permintaan owner. Hal itu menjadi tantangan tersendiri. Sebab, menurut fengshui, penempatan pintu tidak boleh menghadap langsung ke kasur, sedangkan luas ruang terbatas.
“Kami juga harus menyiasati struktur bangunan lama, termasuk mempertahankan dinding eksisting untuk efisiensi anggaran. Penempatan jendela pun harus menyesuaikan keberadaan balok dan kolom lama,” imbuh interior designer Studio Dinding itu.
Secara layout, KL Residence memiliki pembagian fungsi ruang yang dirancang cermat. Lantai satu digunakan sebagai area publik dan servis. Meliputi ruang kerja, foyer, ruang makan yang menyatu dengan dapur, serta ruang keluarga yang terhubung dengan taman belakang.
Sementara lantai dua adalah area privat dengan kamar tidur utama, dua kamar anak, mini pantry, dan area servis tambahan. “Dengan pembagian ini, ruang privat pemilik tetap terjaga meskipun menerima tamu di lantai bawah,” kata Hasbie.
Taman Tambahan dari Living Room Lama
Menariknya, rumah ini secara strategis “mendapatkan” taman tambahan karena berbatasan langsung dengan fasilitas umum di lingkungan komplek. Namun, taman belakangnya justru hasil ‘rekayasa’ desain.
“Awalnya taman itu tidak ada. Itu dulunya adalah area ruang keluarga,” kata Hasbie. Karena minim sirkulasi udara, tim memutuskan mengorbankan sebagian lantai di atasnya untuk menciptakan taman seluas 10 meter persegi.
Pencahayaan dan Udara Alami Maksimal
Bukaan jendela yang melimpah di area fasad juga bukan sekadar ornamen. Perannya penting dalam mendukung pencahayaan serta sirkulasi udara alami rumah. Penempatan jendela yang strategis memungkinkan cahaya matahari masuk ke setiap sudut ruang, menjadikan rumah terang dan hangat sepanjang hari.
“Elemen jendela ini menjadi bagian dari desain fasad, sekaligus mendukung karakter modern classic yang ingin kami tonjolkan,” sambung Hasbie. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY