Buka konten ini
AUSTIN (BP) – Perusahaan neuroteknologi Paradromics mencatat sejarah dalam bidang antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) setelah berhasil menanamkan cip ke otak manusia untuk kali pertama.
Prosedur tersebut dilakukan pada 14 Mei di University of Michigan terhadap seorang pasien yang tengah menjalani bedah saraf untuk pengobatan epilepsi.
Seperti dilansir dari CNBC Selasa (3/6), perangkat yang dinamakan Connexus Brain-Computer Interface itu ditanam dan kemudian dikeluarkan kembali dalam prosedur yang dirancang secara aman dan terkontrol. Implantasi tersebut dilakukan dalam waktu sekitar 20 menit
Paradromics menyatakan bahwa percobaan tersebut menunjukkan bahwa teknologinya dapat ditanamkan dengan aman dan mampu merekam aktivitas saraf secara efektif.
“Kami telah menunjukkan bahwa perangkat kami unggul dari sisi kualitas data dan ketahanan dalam pengujian pada hewan,” ujar Matt Angle, CEO sekaligus pendiri Paradromics.
“Kini, kami juga telah membuktikan bahwa sistem ini kompatibel dengan manusia. Ini sangat menggembirakan dan menjadi pendorong besar menjelang uji klinis kami berikutnya,” lanjutnya.
Fokus Bantu Pasien Lumpuh
Paradromics menyebut bahwa teknologi BCI mereka akan difokuskan untuk membantu pasien dengan gangguan motorik berat, seperti kelumpuhan, agar dapat berkomunikasi melalui komputer. Meski demikian, perangkat tersebut saat ini belum mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA). Namun, perusahaan berencana memulai uji klinis jangka panjang pada akhir tahun ini, setelah mendapatkan izin dari regulator.
Dalam pengembangannya, Paradromics merancang BCI yang mampu merekam aktivitas otak secara sangat detail hingga ke tingkat neuron individual. Hal ini berbeda dengan pendekatan umum yang hanya mencatat sinyal secara keseluruhan atau agregat.
Untuk menggambarkan perbedaan tersebut, Angle menganalogikannya dengan posisi mikrofon saat merekam suara di sebuah stadion. “Jika mikrofon ditempatkan di dalam stadion, Anda dapat mendengar percakapan individu. Tetapi jika berada di luar stadion, yang terdengar hanyalah riuhnya kerumunan,” jelasnya.
Analogi ini menggambarkan bahwa sistem Paradromics dapat menangkap sinyal saraf secara lebih presisi dan spesifik sehingga memungkinkan interpretasi yang lebih akurat terhadap aktivitas otak pasien. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO