Buka konten ini
JEMAJA (BP) – Warga di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang sudah berlangsung selama dua pekan sejak 5 Mei lalu.
“Setiap desa mengalami pemadaman bergilir masing-masing selama empat jam, baik siang maupun malam,” ujar Heri, salah satu warga Jemaja, Kamis (15/5).
Ia mengatakan, pemadaman tersebut berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, baik rumah tangga, pemerintahan, hingga pelaku usaha.
“Bukan cuma rumah tangga, semua sektor terdampak. Anak-anak susah tidur karena panas. Usaha juga terganggu, banyak alat yang rusak karena di sini mayoritas warga pelaku usaha es dan pendingin ikan,” jelas Heri.
Hingga kini, warga masih bersikap kooperatif, menunggu perbaikan mesin pembangkit milik PLN. Namun, mereka mulai resah karena belum ada kejelasan.
“Tidak menutup kemungkinan kami akan mendatangi dan berdemo ke kantor PLTD Letung jika tidak ada kejelasan dari PLN,” kata Heri.
Sementara itu, Supervisor Teknik PLN Anambas, Ridwan, menjelaskan pemadaman terjadi karena dua unit mesin mengalami kerusakan, menyebabkan defisit daya sebesar 350 kWh.
“Satu mesin berkapasitas 500 kWh sedang diperbaiki. Suku cadangnya baru tiba dari Alai, Karimun, dan teknisi sedang memasangnya,” ujar Ridwan.
Ia menambahkan, jika proses perbaikan berjalan lancar, mesin tersebut akan segera diuji coba.
“Untuk pasokan listrik normal, kami belum bisa pastikan kapan. Kami dahulukan masa uji coba dulu. Kalau lancar, alhamdulillah bisa normal kembali,” jelasnya.
Satu unit mesin lainnya, yakni mesin pembangkit bermerek MAN, juga mengalami kerusakan. Untuk perbaikannya, PLN masih menunggu teknisi resmi dari perusahaan tersebut.
“Teknisi dari MAN akan turun langsung ke Letung karena gangguan terjadi pada sistem, dan teknisi kami tidak bisa menanganinya,” pungkas Ridwan. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO