Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Sekolah rakyat yang bakal dibangun di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dipastikan dapat menampung 630 siswa. Sekolah untuk warga ekonomi lemah atau kurang mampu ini nantinya akan dibangun diatas tanah seluas 12 hektare, yang terletak di wilayah Madong, Kecamatan Tanjungpinang Kota.
Lahan seluas belasan hektare untuk pembangunan sekolah rakyat juga sudah dilakukan survei oleh Kementerian Pekerjaan Umum, yang kemudian dilalukan pembahasan di tingkat Pemerintah Pusat.
“Lahan ini merupakan aset milik Pemko Tanjungpinang yang kami hibahkan untuk kepentingan pendidikan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat, Senin (12/5).
Pembangunan Sekolah rakyat di ibu kota provinsi tersebut akan menghabiskan anggaran senilai Rp200 miliar. Ratusan miliar rupiah tersebut keseluruhan berasal dari pemerintah pusat. Sehingga, Pemko Tanjungpinang hanya menyediakan lahan saja.
Sekolah rakyat ini nantinya akan menyediakan 21 ruang kelas, yang berisikan 30 siswa per kelas nya. Sekolah rakyat akan terdiri dari tiga jenjang pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Seluruh biaya operasional sekolah ini akan ditanggung oleh pemerintah pusat, dengan sistem yang menyerupai sekolah-sekolah unggulan seperti Taruna Nusantara.
“Ini menyasar khusus warga yang kurang mampu, agar mereka tetap bisa mendapatkan pendidikan berkualitas secara gratis,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO