Buka konten ini

MANCHESTER (BP) – Liga Europa bukan ajang baru bagi tactician Manchester United Ruben Amorim dan tactician Tottenham Hotspur Ange Postecoglou dan Ruben Amorim. Meski begitu, baru musim ini Ange dan Amorim berpeluang besar mencapai final Liga Europa.
Potensi tersebut bisa terwujud seiring United dan Spurs memainkan second leg semifinal dengan modal kemenangan. Spurs yang unggul 3-1 di kandang sendiri akan menantang FK Bodo/Glimt di Aspmyra Stadion, Bodo (siaran langsung SCTV/beIN Sports 3/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB).
Sementara United yang menghabisi Athletic Bilbao tiga gol tanpa balas di San Mames bakal main kandang di Old Trafford, Manchester (siaran langsung beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB). Meski di atas kertas sudah menjejakkan satu kaki ke final, Amorim tidak mau jemawa.
Pelatih berkebangsaan Portugal itu menyebut, Bruno Fernandes dkk bisa terbebani untuk lolos dengan tetap mengamankan streak unbeaten di Liga Europa.United selama era Amorim tidak terkalahkan dalam sembilan laga di Liga Europa musim ini.
“Kami sudah menyiapkan komposisi (pemain) terbaik karena kami ingin lolos dengan hasil sebaik mungkin,” tutur Amorim seperti dilansir RTE.
Untuk Spurs, laga di Aspmyra yang notabene lapangan sintetis bisa jadi handicap. Apalagi, Ange punya pengalaman gagal mengantarkan Celtic FC lolos di Aspmyra dalam second leg babak 32 besar Liga Konferensi Europa 2021–2022. Celtic kalah dua gol tanpa balas saat itu.
Di laman resmi UEFA, striker Spurs Dominic Solanke menyebut markas Bodo itu sebagai tempat yang sulit. “Laga di sana sulit dan pekerjaan kami belum berakhir,” ucap pencetak satu dari ketiga gol Spurs dalam first leg. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG