Buka konten ini
BATAM (BP) – Sejumlah jemÂbatan penghubung antarpermukiman di kawasan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, mengalami kerusakan serius. Beberapa di antaranya roboh dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Kondisi ini menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas masyarakat yang menggantungkan mobilitas pada infrastruktur tersebut.
Salah satu jembatan yang kondisinya memprihatinkan adalah penghubung antara Permukiman Ricci I dan Ricci II. Jembatan tersebut kini dalam kondisi kritis, dengan struktur yang rapuh dan separuh beton atasnya sudah pecah-pecah. Juga terjadi penurunan permukaan akibat kerusakan di bagian bawah jembatan yang menyebabkan coran semen retak dan terkelupas.
Menurut warga, penyebab utama kerusakan adalah aliran air di bawah jembatan yang tersumbat oleh sampah dan material tanah. Saat musim hujan atau banjir, derasnya arus air menghantam bagian bawah jembatan, memperparah kondisi struktur yang rapuh. Warga pun hanya bisa menggunakan satu sisi jembatan yang tersisa, meski diragukan kekuatannya.
“Sekarang ini, mobil dan motor masih bisa lewat, tapi hanya sisi yang masih utuh. Kami khawatir bagian bawahnya sebenarnya sudah rapuh semua,” ujar Sumihar, warga setempat, Minggu (4/5).
Kerusakan jembatan ini bukan satu-satunya kasus di wilayah Marina. Sebelumnya, jembatan di belakang permukiman Kaveling Plus Seitemiang juga putus diterjang banjir pada awal tahun lalu. Hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan.
Masyarakat hanya bisa melintas dengan sepeda motor, itupun harus turun ke dalam drainase. Untuk sementara, warga melakukan semenisasi darurat agar kendaraan roda dua bisa lewat.
“Kalau tidak kami perbaiki sendiri, akses kami benar-benar terputus. Tapi ini hanya sementara, kami tetap berharap pemerintah turun tangan,” ujar warga lainnya.
Kondisi ini sangat meresahkan warga karena kedua jembatan tersebut merupakan akses utama untuk mobilitas harian seperti bekerja, mengantar anak sekolah, dan aktivitas ekonomi lainnya. Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama dinilai berisiko besar terhadap keselamatan warga.
Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, saat dikonfirmasi mengaku sudah membahas persoalan ini. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pengembang permukiman karena jembatan tersebut dibangun developer. Menurutnya, aktivitas kendaraan proyek turut memperparah kondisi jemÂbatan.
“Terakhir itu memang ada kendaraan proyek lewat jembatan yang rusak. Kami sudah komunikasikan dengan pihak pengembang dan juga melaporkan ke Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam,” jelas Syamsuddin.
Pihak kelurahan berharap ada respons cepat dari dinas terkait agar perbaikan segera dilakukan. Masyarakat berharap besar akses vital tersebut dapat segera ditangani secara permanen, bukan hanya perbaikan sementara yang dilakukan secara swadaya oleh warga. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK