Buka konten ini
BATAM (BP) – Konsumsi makanan ultra proses dalam jumlah tinggi terbukti berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dini berdasarkan temuan ilmiah terkini. Makanan ultra proses adalah produk pangan hasil rekayasa industri dengan kandungan bahan tambahan seperti pemanis, pengawet, dan pewarna buatan.
Menurut Grace Derocha, RDN dari Academy of Nutrition and Dietetics, makanan ultra proses dirancang sangat lezat sehingga memicu konsumsi berlebihan. Mengetahui dampak konsumsi makanan ultra proses, hal itu bertujuan agar dapat membantu memilih pola makan yang mendukung harapan hidup lebih panjang.
Berikut bahaya konsumsi makanan ultra proses terhadap risiko kematian dini dan cara menguranginya secara sehat dilansir dari laman Realsimple, Sabtu (3/5).
1. Komposisi Sangat Tinggi Proses
Makanan ultra proses melewati tahapan produksi berulang menggunakan bahan sintetis dan aditif non-nutrisi. Proses ini menghilangkan sebagian besar kandungan alami seperti serat dan vitamin.
Produk yang tergolong di dalamnya mencakup minuman ringan, camilan kemasan, serta makanan beku. Tingginya kandungan gula, lemak trans, dan sodium menjadi pemicu utama risiko kesehatan.
2. Data Studi Global Terkini
Penelitian dari American Journal of Preventive Medicine menganalisis konsumsi makanan ultra proses di 8 negara dengan 239.982 partisipan. Setiap peningkatan 10% konsumsi makanan ini dikaitkan dengan peningkatan 2,7% risiko kematian semua penyebab.
Studi ini menunjukkan kontribusi signifikan terhadap beban penyakit di banyak negara. Bukti ini memperkuat peringatan tentang potensi buruk dari konsumsi jangka panjang.
3. Konsumsi Tinggi di Masyarakat
Di beberapa negara, lebih dari 70% pasokan makanan didominasi oleh makanan ultra proses. Sekitar 57% kalori harian diperoleh dari kelompok ini oleh populasi dewasa.
Kondisi ini memperkuat urgensi perubahan pola konsumsi. Konsumsi berlebihan dari produk tersebut terbukti berdampak sistemik terhadap kesehatan publik.
4. Efek terhadap Pola Makan Alami
Rasa sangat lezat dari makanan ultra proses dirancang untuk memicu keinginan konsumsi berulang. Proses ini mengganggu sinyal alami tubuh dalam mengenali rasa lapar dan kenyang.
Makan tanpa kontrol menjadi lebih mungkin terjadi dalam jangka panjang. Kondisi ini menyebabkan peningkatan risiko kelebihan berat badan dan gangguan metabolisme.
5. Strategi Pengurangan Konsumsi
Langkah awal dilakukan dengan membaca label bahan makanan secara cermat sebelum membeli. Pilihan makanan dengan bahan alami dan proses minimal lebih dianjurkan.
Penggantian secara bertahap terhadap makanan ultra proses lebih mudah dipertahankan. Memasak makanan sendiri juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk siap saji.
6. Prioritaskan Makanan Utuh Alami
Makanan seperti buah, sayur, kacang, dan protein rendah lemak disarankan menjadi konsumsi utama. Produk yang minim proses mengandung lebih banyak nutrisi esensial.
Pemilihan ini mendukung fungsi tubuh secara optimal. Asupan alami lebih mudah dikenali tubuh dan tidak memicu gangguan metabolik.
7. Konsultasi dengan Profesional
Dukungan dari ahli gizi dapat membantu menyusun strategi makan yang lebih sehat. Pendekatan ini memudahkan penyesuaian pola konsumsi berdasarkan kebutuhan spesifik.
Diskusi dengan tenaga ahli juga mengurangi risiko kembali ke pola lama. Konsultasi secara rutin meningkatkan keberhasilan jangka panjang dalam menjaga kesehatan.
Menjaga pola konsumsi dari makanan ultra proses dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas dan harapan hidup. (*)
Reporter : JP Group
Editor : RATNA IRTATIK