Buka konten ini
Lebih dari sekadar pasar barang bekas, Batam Sunday Market menjelma menjadi gerakan perayaan keberlanjutan. Setiap edisinya bukan hanya soal jual beli, melainkan ajakan untuk hidup lebih bijak dan ramah lingkungan.
Minggu (4/5) pagi, suasana di Park Avenue Mall, Batam Center, berbeda dari biasanya. Di tengah cuaca cerah, ratusan pengunjung memadati area dalam mal. Mereka datang dengan berbagai tujuan—ada yang berburu barang unik, ada pula yang sekadar ingin tahu.
Batam Sunday Market kembali digelar. Puluhan lapak barang preloved—mulai dari pakaian warna-warni, elektronik harga miring, perabot rumah tangga, hingga aksesoris langka —menawarkan pengalaman belanja yang tak biasa. Di setiap sudutnya, ada kejutan. Sebuah jaket vintage, piring antik, hingga sepatu lusuh yang memikat. Semuanya menyimpan cerita dan memberi kesempatan untuk hidup kedua.
Lebih dari sekadar transaksi, pasar ini menghadirkan ruang interaksi. Pengunjung tak sekadar membeli, tapi juga berbincang, berbagi cerita, hingga bernostalgia dengan si penjual. Inilah wajah pasar yang lebih hangat: tempat bertukar pengalaman sekaligus inspirasi.
Batam Sunday Market lahir dari keresahan Alamsyahri, pendirinya. “Di rumah banyak barang yang masih bagus tapi tak terpakai. Daripada menumpuk, lebih baik dijual atau diberikan pada yang butuh,” katanya.
Awalnya hanya 70 tenant bergabung. Kini, setiap edisi bisa menampung 130 hingga 150 penjual. Biaya sewa per lapak hanya Rp200 ribu, diklaim terjangkau bagi siapa pun yang ingin menjual barang tak terpakai mereka.
Harga barang pun sangat ramah di kantong. Mulai dari Rp5.000, bahkan ada yang hanya Rp2.000 atau gratis.
“Tujuan kami mengurangi barang yang tidak terpakai. Daripada rusak menumpuk, lebih baik dimanfaatkan orang lain,” ujar Alamsyahri.
Bagi pengunjung, pasar ini bukan sekadar tempat belanja. Liza, misalnya, datang karena penasaran. “Saya baru beli jaket vintage yang keren banget. Rasanya, barang ini punya cerita,” katanya.
Indra Yanes, pengunjung lainnya, bahkan sudah langganan. “Saya suka barang seken. Kualitasnya oke, harganya bersahabat, dan suasananya santai. Belanja sambil ngobrol, rasanya lebih menyenangkan.”
Pasar ini menjadi ruang alternatif yang sangat dibutuhkan di tengah budaya konsumtif. Dengan harga terjangkau dan kualitas yang tetap terjaga, Batam Sunday Market menjadi contoh nyata bahwa berbelanja bisa tetap menyenangkan tanpa merusak lingkungan.
Kini, Batam Sunday Market telah memasuki edisi ketujuh. Ke depan, Alamsyahri berharap event ini bisa rutin digelar.
“Kami ingin menciptakan ruang yang konsisten untuk membantu masyarakat mengurangi barang tak terpakai, sekaligus menghadirkan alternatif belanja yang menyenangkan dan ramah lingkungan,” ucapnya.
Setiap langkah kecil di pasar ini membawa dampak besar—baik untuk lingkungan, gaya hidup, maupun solidaritas sosial. Di sini, barang lama tak sekadar dipindahtangankan, tapi diberi napas baru. Dan siapa tahu, harta karun yang Anda cari selama ini, justru tersembunyi di antara tumpukan barang bekas di Batam Sunday Market. (***)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK