Buka konten ini
Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bengkong menangkap empat preman yang melakukan aksi pemalakan di kawasan Seraya Atas. Tidak hanya memalak, para pelaku juga mengeroyok seorang pengunjung bernama Herman.
Keempat pelaku yang diamankan adalah Andreas Kiwan Blikololong, 24; Dominikus Gasa Kerong, 25; Andreas Nuba, 24; dan Hilarius Lomario Lusi Langodai, 23.
Kepala Unit Reskrim (Kanit Reskrim) Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan, mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari korban. Insiden pemalakan dan pengeroyokan terjadi pada Jumat (14/2) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. “Saat itu korban sedang nongkrong bersama temannya, lalu dihampiri oleh para pelaku,” ujarnya.
Marihot menambahkan bahwa para pelaku awalnya mendatangi korban untuk meminta sejumlah uang. Namun, karena korban menolak, terjadi percekcokan. “Korban melawan, sehingga terjadi keributan. Para pelaku kemudian pergi, tetapi tidak lama kemudian mereka kembali lagi,” jelasnya.
Saat kembali, para pelaku langsung menyerang korban menggunakan kursi plastik dan melemparkan batu ke arah kepalanya. Akibatnya, korban terjatuh dan mengalami luka di bagian kepala. “Hingga sore ini, kami masih melakukan pengembangan kasus. Sejauh ini, sudah ada empat pelaku yang berhasil kami amankan,” ungkapnya.
Dalam pemeriksaan, para pelaku mengaku telah beberapa kali melakukan aksi pemalakan terhadap pengunjung di kawasan tersebut. Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
“Ada kemungkinan mereka sudah lebih dari sekali melakukan pemalakan,” tegas Marihot.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor ke pihak kepolisian jika mengalami tindakan premanisme.
“Tidak boleh ada premanisme di Kota Batam. Jika ada masyarakat yang mengalami kejadian serupa, segera laporkan. Kami akan langsung menindak,” tutupnya. (***)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RATNA IRTATIK